Belajar Bisnis di Dunia Maya

Peristiwa itu terjadi Sabtu petang (23/5) lalu, di rumah teman mereka bernama Reza (15) di Dusun Kebon, Desa Kauman. Saat ini EL masih terguncang jiwanya. Ia juga masih mengalami pendarahan dan robek pada organ kewanitaannya. Orang tuanya pun masih terpukul.

Kepala Bagian Binamitra Kepolisian Resor Bojonegoro Komisaris Kusen Hidayat, Minggu (24/5), menyatakan, tersangka AS telah ditahan sejak Sabtu malam. Polisi telah mengumpulkan barang bukti berupa seprei ranjang dan celana dalam EL yang dipenuhi bercak darah.

Hubungan yang tak selayaknya dilakukan anak-anak baru gede alias ABG itu bermula saat AS mengajak EL main ke rumah Reza pada Sabtu sore lalu. Saat itu Rz sedang keluar, sehingga AS dan EL ditemui orang tua Reza bernama Watini (45) dan Munjiat (50).

Kepada Watini dan Munjiant, AS dan EL menyatakan akan menunggu Reza di ruang tamu, karena kedua orang tua Reza ada keperluan di tetangga. Ketika melihat kamar Reza kosong dan tidak ada orang lain di dalam rumah, AS mengajak EL masuk ke kamar itu dan kemudian merayunya. Akhirnya, mereka pun kebablasan.

Saat pulang, Watini terkejut mendapati rumahnya sunyi. Dia bersama Munjiat kemudian mencari dua tamu anaknya. Keduanya mendengar ada suara desahan dan rintihan perempuan. Betapa kagetnya ketika mendapati AS dan EL sedang asyik bergumul di kamar tidur anaknya.

Watini lantas memanggil menantunya, Subhan, yang tidak jauh dari rumahnya. Mereka pun mendobrak pintu kamar Reza. AS yang terkejut melarikan diri dengan meloncat keluar lewat jendela lalu pergi dengan sepeda motornya, sementara EL hanya bisa tertunduk malu sambil membenahi pakaiannya. Selanjutnya Subhan membawa EL ke Kepolisian Sektor Baureno untuk menjelaskan peristiwa yang dialami.

Kepala Polsek Baureno Ajun Komisaris Imam Khanafi menyatakan, hasil pemeriksaan menunjukkan kedua siswa itu benar-benar berhubungan layaknya suami istri. Berdasarkan hasil visum, alat kewanitaan EL robek akibat benda tumpul. Itu diperkuat dengan bercak darah di celana dalam korban.

Hingga saat ini, polisi telah memeriksa beberapa saksi, termasuk Watini, Reza, Subhan, dan orang tua EL. AS telah ditahan sejak Sabtu malam.

Mengurung diri

Saat ini EL benar-benar terguncang. Menurut Hanik dari Divisi Advokasi Pusat Pelayanan Perempuan dan Anak Bojonegoro, EL terus mengurung diri sambil menangisi peristiwa yang memalukan itu. P3A sendiri menerima laporan dari orangtua EL pada hari Minggu siang kemarin.

Menurut Hani, saat ini EL membutuhkan konseling dan pemulihan mental. “Yang terpenting pemulihan dari trauma fisik maupun psikis,” katanya. Sumber Kompas

Iklan

Comments on: "Anak SMP Jebol Keperawanan Ketahuan Warga Sprey Bekas darah Disita Aparat" (3)

  1. wakhidratna said:

    Setan emang membuat orang jadi lenggah dan terlena

  2. gagahajalah said:

    ada2 aja.tanda dunia mw kiamat.

  3. fotonya kok sush dilihat yaaaa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: