Belajar Bisnis di Dunia Maya

Video rekaman salah seorang oknum dosen Akademi Keperawatan (Akper) di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, yang melecehkan mahasiswanya baru-baru ini beredar di masyarakat. Merasa dilecehkan, salah seorang mahasiswa Akper korban kejadian tersebut melapor ke polisi.

Video berdurasi 20 menit itu menggambarkan, Asmana, dosen mata kuliah Etika Keperawatan memaksa salah satu mahasiswanya mengeluarkan air seninya sambil direkam menggunakan telepon seluler kamera oleh mahasiswa lainnya. Ironis, aksi itu dilakukan di hadapan 48 mahasiswa Akper lainnya.

Tak hanya itu, sang dosen lantas memaksa mahasiswa lainnya mencium dan menghirup air seni tersebut secara bergiliran. Sedangkan mahasiswa pemilik air seni dipaksa untuk meminum air seninya sendiri. Aslin, mahasiswa Akper kelas 1B yang menjadi korban pelecehan mengaku dipaksa meminum air seninya sendiri karena dituduh mengencingi mobil dinas Direktur Akper.

Menurut Ajun Komisaris Polisi Hendrik Rumbajan, video tersebut mulai beredar pada pertengahan Mei ini. Rencananya, polisi akan segera memanggil dosen yang bersangkutan beserta sejumlah saksi.

Hingga kini pihak akademisi belum bersedia memberikan komentar terkait kejadian tersebut. Kuat dugaan Direktur Akper ikut terlibat dalam kasus ini. Pihak keluarga korban mengancam akan mendesak institusi legislatif untuk mengeluarkan rekomendasi pemecatan terhadap para pelaku dan meneruskan kasus ini secara hukum.(UPI)LIPUTAN6.COM

Iklan

Comments on: "Heboh Dosen Paksa Mahasiswa Akper Minum Air Kencing di Konawe Sulawesi" (6)

  1. andrewiwanto said:

    Yaahhhh……….

  2. geulist133 said:

    guru etika keperawatan?
    ber etika sekali!!!!!

  3. Dosen memang bukan seorang malaikat apalagi mahasiswanya. Dosen juga manusia begitu juga mahasiswanya. Melakukan khilaf hampir setiap hari, namun kebaikan bisa dihitung dengan jari (itupun kalau jarinya masih utuh). Namun “sifat” dasar ini bukan lantas menjadi semacam “excuse” bagi seseorang bila melakukan suatu tindakan di luar batas kewajaran. Sekelas dosen di akademi keperawatannpun bukan lantas memberikan “pelajaran” bagi mahasiswanya dengan sesuatu yang sekiranya setiap hari bakal digeluti oleh mahasiswa ketika praktik di lapangan. Sama saja dengan sekelas jendral, bukan lantas memberikan “pelajaran” bagi bawahannya dengan tindakan yang jelas-jelas tidak mungkin mampu dilakukan oleh bawahannya.

    Kasus air kencing Konawe jelas-jelas tidak menggambarkan sedikitpun unsur pelajaran di dalamnya. Baik pelajaran tentang regimen urin yang nanti akan dihadapi oleh calon perawat ketika merawat pasien dengan ‘incontinentia urine” misalnya, ataupun pelajaran dengan dalih etika. Unsur etika memang saat ini boleh dibilang mulai “luntur” di kalangan mahasiswa. Namun pembelajaran etika atau membangun etika kepada mahasiswa keperawatan jelas tidak tepat dilakukan dengan pendekatan minum urin. Masih banyak cara untuk membangun etika pada mahasiswa, misalnya dengan memberikan contoh riil kepada mahasiswa melalui perilaku dosen yang etis, berdiskusi dengan siswa, danmembangun komunikasi dua arah dengan peserta didik. Bukan dengan cara sebagaimana dilakukan oleh salah seorang pendidik di Konawe. Jika seandainya memang benar, maka dosen yang bersangkutanlah yang seharusnya belajar etika lebih dulu. Saya juga merasa heran mengapa dosen etika membelajarkan etika pada mahasiswa dengan cara-cara yang tidak mengandung sedikit pun unsur etika.

    Akhirnya, Konawe gate saya rasa menjadi pelajaran terbaik buat kita semua bahwa ssegala bentuk ketidakcocokan, ketidakpuasan, dan lain sebagainya dapat diselesaikan dengan cara-cara manis dan santun tidak dengan cara tidak beradab.

  4. gilak tw dosen.bikin buruk nama baik dosen ja tu dya……….

  5. Parjan kusnadi said:

    tidak perlu di contoh. Di kandangkan saja dosennya.

  6. sungguh terlalu dan sangat memalukan mahasiswa konawe…!!
    kok ada ya dosen kayak gituh…..???
    mungkin dia balas dendam kali ya…?? he..he…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: