Belajar Bisnis di Dunia Maya

Inilah email ibu Prita yang membuat dia dipenjara

RS Omni Dapatkan Pasien dari Hasil Lab Fiktif
Prita Mulyasari – suaraPembaca

Jakarta – Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya. Terutama anak-anak, lansia, dan bayi. Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan.

Saya tidak mengatakan semua RS international seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni International. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB. Saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala datang ke RS OMNI Internasional dengan percaya bahwa RS tersebut berstandard International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus.

Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah thrombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000. Saya diinformasikan dan ditangani oleh dr Indah (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. dr I melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000.

dr I menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan. Tapi, saya meminta referensi darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini. Lalu referensi dr I adalah dr H. dr H memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah.

Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau izin pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa. Keesokan pagi, dr H visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam. Bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?). Saya kaget tapi dr H terus memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan yang saya tidak tahu dan tanpa izin pasien atau keluarga pasien.

Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap masih sama dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah. Saya sangat khawatir karena di rumah saya memiliki 2 anak yang masih batita. Jadi saya lebih memilih berpikir positif tentang RS dan dokter ini supaya saya cepat sembuh dan saya percaya saya ditangani oleh dokter profesional standard Internatonal.

Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik tidak ada keterangan apa pun dari suster perawat, dan setiap saya meminta keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Lebih terkesan suster hanya menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya. Satu boks lemari pasien penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak ampul.

Tangan kiri saya mulai membengkak. Saya minta dihentikan infus dan suntikan dan minta ketemu dengan dr H. Namun, dokter tidak datang sampai saya dipindahkan ke ruangan. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa. Setelah dicek dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr H saja.

Esoknya dr H datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk memberikan obat berupa suntikan lagi. Saya tanyakan ke dokter tersebut saya sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan berarti bukan kena demam berdarah. Tapi, dr H tetap menjelaskan bahwa demam berdarah tetap virus udara. Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan kembali diberikan suntikan yang sakit sekali.

Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun hanya berkata menunggu dr H saja.

Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus. Padahal tangan kanan saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya. Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan suntikan dan obat-obatan.

Esoknya saya dan keluarga menuntut dr H untuk ketemu dengan kami. Namun, janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak saya menuntut penjelasan dr H mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab awal yang 27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam riwayat hidup saya belum pernah terjadi.  Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri.

dr H tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan. Dokter tersebut malah mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan kembali dan menyuruh tidak digunakan infus kembali. Kami berdebat mengenai kondisi saya dan meminta dr H bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja. dr H menyalahkan bagian lab dan tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan.

Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan saya juga mulai membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat. Namun, saya tetap tidak mau dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS lain. Tapi, saya membutuhkan data medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan diberikan data medis yang fiktif.

Dalam catatan medis diberikan keterangan bahwa bab (buang air besar) saya lancar padahal itu kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak ada follow up-nya sama sekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah hasil thrombosit saya yang 181.000 bukan 27.000.

Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000. Kepala lab saat itu adalah dr M dan setelah saya komplain dan marah-marah dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di Manajemen Omni. Maka saya desak untuk bertemu langsung dengan Manajemen yang memegang hasil lab tersebut.

Saya mengajukan komplain tertulis ke Manajemen Omni dan diterima oleh Og(Customer Service Coordinator) dan saya minta tanda terima. Dalam tanda terima tersebut hanya ditulis saran bukan komplain. Saya benar-benar dipermainkan oleh Manajemen Omni dengan staff Og yang tidak ada service-nya sama sekali ke customer melainkan seperti mencemooh tindakan saya meminta tanda terima pengajuan komplain tertulis.

Dalam kondisi sakit saya dan suami saya ketemu dengan Manajemen. Atas nama Og (Customer Service Coordinator) dan dr G (Customer Service Manager) dan diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi dengan saya.

Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta surat pernyataan dari lab RS ini mengenai hasil lab awal saya adalah 27.000 bukan 181.000. Makanya saya diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya masih bisa rawat jalan.

Tanggapan dr G yang katanya adalah penanggung jawab masalah komplain saya ini tidak profesional sama sekali. Tidak menanggapi komplain dengan baik. Dia mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr M informasikan ke saya. Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen, dan dr H. Namun, tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan ke atas (Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore.

Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi saya dimasukkan dalam ruangan isolasi karena virus saya ini menular. Menurut analisa ini adalah sakitnya anak-anak yaitu sakit gondongan namun sudah parah karena sudah membengkak. Kalau kena orang dewasa laki-laki bisa terjadi impoten dan perempuan ke pankreas dan kista.

Saya lemas mendengarnya dan benar-benar marah dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan analisa sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami sesak napas.  Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini dan memang saya tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga terjadi sesak napas.

Suami saya datang kembali ke RS Omni menagih surat hasil lab 27.000 tersebut namun malah dihadapkan ke perundingan yang tidak jelas dan meminta diberikan waktu besok pagi datang langsung ke rumah saya. Keesokan paginya saya tunggu kabar orang rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang datang dari Omni memberikan surat tersebut.

Saya telepon dr G sebagai penanggung jawab kompain dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah saya. Namun, sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum ada juga yang datang ke rumah saya. Kembali saya telepon dr G dan dia mengatakan bahwa sudah dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah.

Ini benar-benar kebohongan RS yang keterlaluan sekali. Di rumah saya tidak ada nama Rukiah. Saya minta disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan waktu yang lama. LOgkanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat tertujunya ke mana kan? Makanya saya sebut Manajemen Omni pembohon besar semua. Hati-hati dengan permainan mereka yang mempermainkan nyawa orang.

Terutama dr G dan Og, tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan customer, tidak sesuai dengan standard international yang RS ini cantum.

Saya bilang ke dr G, akan datang ke Omni untuk mengambil surat tersebut dan ketika suami saya datang ke Omni hanya dititipkan ke resepsionis saja dan pas dibaca isi suratnya sungguh membuat sakit hati kami.

Pihak manajemen hanya menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak disebutkan mengenai kesalahan lab awal yang menyebutkan 27.000 dan dilakukan revisi 181.000 dan diberikan suntikan yang mengakibatkan kondisi kesehatan makin memburuk dari sebelum masuk ke RS Omni.

Kenapa saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut? Karena saya ingin tahu bahwa sebenarnya hasil lab 27.000 itu benar ada atau fiktif saja supaya RS Omni mendapatkan pasien rawat inap.

Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah fiktif dan yang sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani dengan baik.

Saya dirugikan secara kesehatan. Mungkin dikarenakan biaya RS ini dengan asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil limit asuransi saya semaksimal mungkin. Tapi, RS ini tidak memperdulikan efek dari keserakahan ini.

Sdr Og menyarankan saya bertemu dengan direktur operasional RS Omni (dr B). Namun, saya dan suami saya sudah terlalu lelah mengikuti permainan kebohongan mereka dengan kondisi saya masih sakit dan dirawat di RS lain.

Syukur Alhamdulilah saya mulai membaik namun ada kondisi mata saya yang selaput atasnya robek dan terkena virus sehingga penglihatan saya tidak jelas dan apabila terkena sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup untuk menyembuhkan.

Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan hidup dan nasibnya masing-masing. Benar. Tapi, apabila nyawa manusia dipermainkan oleh sebuah RS yang dipercaya untuk menyembuhkan malah mempermainkan sungguh mengecewakan.

Semoga Allah memberikan hati nurani ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan kembali bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua yang tentunya suatu saat juga sakit dan membutuhkan medis. Mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang saya alami di RS Omni ini.

Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau dokter atau Manajemen RS Omni. Tolong sampaikan ke dr G, dr H, dr M, dan Og bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi perusahaan Anda. Saya informasikan juga dr H praktek di RSCM juga. Saya tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini.

Salam,
Prita Mulyasari
Alam Sutera
prita.mulyasari@yahoo.com
081513100600

(msh/msh)[detik.com]

Iklan

Comments on: "Inilah Email Ibu Prita Yang Membuatnya Di Penjara" (156)

  1. Saya turut prihatin…

  2. Alhamdulillah,bu prita akhirnya mendapat dukungan dan bantuan untuk bebas dan berkumpul lg dg keluarga.amien

  3. Rasanya terlalu berlebihan akibat tulisan ini mbak prita harus dituntut, lebih baik si RS mencounter tulisan ini dan menyampaikan fakta2 nya. kok malah jadi tidak dewasa yaa dengan melibatkan hukum. semoga hal ini tidak mengekang kebebasan berpendapat yang selama ini telah diperjuangkan di negri tercinta ini.

    Salam,

  4. Sudah seharusnya pihak rumah sakit untuk melakukan penetralisir media n tidak perlu sampai ke pengadilan krn bisa jadi malah menjadi boomerang bagi pihak rumah sakit. Ini hanyalah kebebasan berekspresi saja. Sepertinya pihak rumah sakit perlu sekolah lg dengan baik. Jangan-jangan ini rumah sakit public relations nya lulusan SMP lagi..
    Saya turut prihatin n berdoa agar ibu prita diberikan ketabahan.

  5. Sudwikatmono said:

    Bu Prita memang sangat merugi dengan peristiwa ini… apalagi sampai dituntut masuk penjara. Tapi yang terjadi selanjutnya, dan tidak sempat terpikirkan oleh pihak rumah sakit beserta pengacaranya adalah ketika kasus bu Prita mendapat sorotan media-media nasional. Maka secara tidak langsung akan merangsang khalayak untuk bertanya, seperti apa sih e-mail bu Prita?, dengan keadaan e-mail bu Prita yang masih mudah ditemukan di dunia maya sekarang ini, saya yakin akan banyak yang membaca tulisan tersebut. Itu berarti, pengembalian citra yang diterapkan secara mangkus dan sangkil oleh pihak RS dengan memenjarakan bu Prita, justru akan menjadi sebuah boomerang besar yang siap menghancurkan rekonstruksi topeng RS Omni. Dan perlu diingat untuk para pembaca, inilah tulisan kejujuran dari seorang ibu dua balita yang sekarang sedang menjalani kesialannya.

  6. Ga profesional tuch Rumah Sakit Omni. Tanggung Jawab !

  7. Sudahlah
    cabut izin rumah sakit ini….
    daripada membahayakan banyak korban
    BEBASKAN ibu Prita yang sedang memperjuangkan hak nya sebagai pasien yang sedang sakit dan semakin TERSAKITi
    BUBARKAN RS OMNI
    buah karya kaum KAPITALIS

  8. takut komentar ah nanti ditangkep lagi, tapi yang jelas untuk Ibu Prita kami mendukung perjuangan anda.

    salam,

  9. SETUJU
    Bubarkan RS OMNI
    Orang Makin Nambah ILFeeL
    Omongannye Malah Nyengsarain Individu
    Ongkos Mahal Nora Ih

    Baleg sia BeL

  10. Turun prihatin atas peristiwa yang menimpa Ibu Prita.
    Semoga keadilan bisa ditegakan di negara hukum ini.
    Semoga RS. Omni segera ditutup, dan dr. Dicabut juga ijin prakteknya.

  11. Semoga Allah memberi ketabahan bagi kedua anak-anaknya, keluarga dan Ibu Prita. Dan semoga pemerintah dan pihak-pihak lain (mumpung lagi mau pilpres) segera memberi dukungan dan mengeluarkan Ibu Prita dari penjara serta menyelesaikan persoalan ini dengan baik dan bijaksana.

  12. jd klo begitu silahkan pilih yang rs laen aja yg sdh mapan dan teruji apalagi peserta asuransi swasta.
    omni anda sdh salah langkah kritik itu biasa, di ndesoku aja sampe direkturnya turun ke bangsal menanyakan kondisi ke pasiennya dan keluarganya.
    eh pengen terkenal jd tercemar he he, sdh cabut aja drpd izin nya di cabut ama bu menkes lho.

  13. turut prihatin…. smoga ibu dan kluarga diberi kelapangan atas peristiwa ini… Amien… Kalau mmg critanya bgt, dr sudut pandang hak klien, sebenernya boleh banget lho pasien minta data alias statusnya apalagi minta kejelasan dengan kondisinya… Selain itu juga, klien berhak menerima atau menolak tindakan medis yg akan dilakukan… Khan smua tindakan harus ada informed consent dan informed choicenya… Smoga kasus ini bs berakhir baik dan punya daya ungkit buat yg lain ya….

  14. turut prihatin, memilukan

  15. Sebenarnya ini adalah kasus mal praktek…cuma karena takut disalahkan…buru2 cari kambing hitam…….jadilah bu Prita korbannya….ibaratnya sebelum dituntut pasien, eh nuntut duluan…..
    Kalo gitu tuntut aja sekalian bu…….5 triliun gitu, biar ada preseden yang baik bagi pasien2 yang lain bahwa menuntut kasus malpraktek juga bisa menang dan kejadian malpraktek di Indonesia bisa berkurang……..jangan samapai pasien dijadikan kelinci percobaan….ok selamat berjuang bu……

  16. korban kok malah dipenjara, sabar ya mbaak…

  17. Rasax ada yg ga beres dg penahanan ini.. Saya rasa mbak prita udah melakukan langkah yg tepat..
    Karena terlalu sering d bohongi dan dipermainkan, sangat wajar mbak prita mengekpos kasus ini k publik..

    Moga dberi ketabahan mbak dan mendapat keadilan!

  18. Turut prihatin atas kejadian ini pak Dosen, semoga diberikan kelancaran keluar dari masalah.

    @WANDI thok
    Matur nuwun pak Guru..

  19. triyantocallyptra said:

    Saya yakin, hukum pasti berfihak pada yg benar. Kalaupun ibu sempat diamankan, saya yakin fihak2 yg terkait dan menangani mslh ini tidak akan ‘buta mata’. Mg2 ibu dan segenap keluarga selalu dilimpahkan rasa sabar.

  20. qwertytoo said:

    sepertinya ini hanya curhat biasa, seorang konsumen yg tidak puas dgn pelayanan yg diberikan. pasien adalah konsumen yg shrusnya terlindungi dengan UU perlindungan konsumen, disinilah letak kelemahan penegak hukum, apakah para penegak hukum tidak mengenal hukum (UU), DPR dan pemerintah harus lebih mensosialisasikan lagi setiap UU yg mereka buat, jngn asal buat, kenapa hanya UU ITE saja yg jadi pertimbangan? dan ditafsirkan secara keliru pula. jgn sampai tindakan RS Omni ini ditiru oleh orang2 yg tersinggung dengan tulisan para blogger, penjara bisa penuh…, karena UU adalah buatan manusia maka selayaknyalah KEMANUSIAAN ditempatkan diatas hukum/UU tersebut.

  21. keterlaluan emang tuh Rumah sakit Omni.. udah ngasih pelayanan yang amit amit..
    malah bayar orang kejaksaan untuk memenjarakan bu prita..

    brengsek banget sih orang-orang itu.. mudahan masuk neraka deh loe

  22. OMNIshit

  23. Bu Prita hanya mencoba asertif dan berbagi informasi, mengapa dituntut secara hukum ? Bukankah kita bebas untuk bersuara ? Saya turut prihatin..

  24. Hidup prita,cabut omni

  25. udah salah nuntut lagi..
    aku baca ini jadi kesel sendiri..
    pengen rasanya nabok tuh dokter yang sok tau..hehehehe

  26. dee_lollypop12 said:

    deep condolence to mss. Prita.. best wishes and i also condemned this situation ..

    yg ada bukan konsumen dong yang dipenjaraaaa???
    mana UU perlindungan HAM qt???

    screw youuu ..

  27. bu Prita hanya memberikan keluhan tentang apa yang dia alami, dan memang jika itu kenyataan kenapa dia yang di tangkap. harusnya pihak berwenang dalam hal ini Polisi melakukan kroscek ulang pada setiap perkara. jangan asal tangkap dan nurut aja sama yang bermodal besar, terima kasih

  28. wedew, gara2 email dipenjara?
    g banget ni omni,

    eh ati2 ntar kena pencemaran nama baik lagi lo ahahahaha

    bener2 g banget,

  29. Semoga rumah sakit yang tidak punya hati begitu diberi balasan oleh Allah S.W.T..

  30. ehmm sabar aja ya ibu dan keluarga..pada hakikat nya nanti juga ada balasan nya dari allah swt tuhan yme.. sudah sepantasnya sbg rs yang berlisensi internasional harus nya bisa memberi yang terbaik buat customer atau pasien..ya semoga kejadian ibu jd pelajaran buat kita semua..sabar ya ibu..

  31. ati2 lho yg koment.. bisa dipenjara juga nih! hihihi..

  32. TUTUP RS. OMNI International, Tangkap pemilik beserta managementnya, Jebloskan semua ke penjara!! biar kapok!!!
    Pelanggaran HAM, tidak adanya kebebasan berbicara mengeluarkan pendapat!
    Pihak RS. Omni semakin merusak citra dan nama baiknya sendiri dengan mengambil tindakan penjeblosan bu Prita, komplain dgn tindakan RS selama ia menjadi pasien disana, knp harus sampai dipenjara??!!! kalau saya tulis begini, dan RS. Omni mau penjara saya, ayo maju!!! akan lebih banyak lagi yg akan demo RS. Omni terkutuk itu!!!!

  33. Negara yang aneh, Orang sakit di obati ma ORANG SAKIT eh di hakimi ma HUKUM yang SAKIT juga pada SAKIT SEMUA berang-berang itu.
    pak SBY, cepetan bela tu yang benar.. BU MEGA-PRO Turun dong katanya MEMBELA Wonk CILIK, apa mo nunggu jd PRESIDEN-WAPRES dulu? Wah, keburu sekarat atu BU..
    Sekarang baru JK aja yang koment, tapi gw milih sapa ya ntar???????

  34. Eka rahmawati R.Nampira said:

    Ibu Prita Yth.,kt prihatin ats kasus yg menimpa ibu.maju dn lawan!,OMNI lembaga publik,perlu dkritik apalg trsangkut nyawa manusia,ibu prita simbol ketidakadilan,pelanggaran HAM.Kebebasan brpendapat adlh hak2 dasar yg djamin,pihak Omni harus dgugat.Kt dukung selanjutx brjuang. Dari Kupang NTT,an.kaukus perempuan nusa tenggara mendukung sepenuhx ats perjuangan ibu Prita. Slm hangat!

  35. Turut prihatin terhadap negara preman yang mengistimewakan pihak2 yang berkuasa ataupun berduit. Kalau kebalikannya Prita yang mengadukan, pasti kepolisian akan mem png pong dan menyarankan untuk tdk mengadukan, bahkan kadang2 memutar2 supaya batal, apalagi kalau yang teradu adalah pihak berkuasa atau dikenal oleh mereka. beginilah negara tanpa hukum!

  36. Maju terus bu Prita, pasti ada permainan uang di perkara ini? Kebenaran pasti akan menang!!

  37. Saatnya kebenaran menang… dukung perjuangan di dunia maya:-)

  38. Yang luar biasa heibatnya ini adalah pengadilan kita dan pengara Omni .
    Tolong dicarikan bagaimana institusi itu bisa menetapkan surat keluhan menjadi pencemaran nama baik.

  39. Tomy Sunarko said:

    gak ada yang salah dengan email yang dikirim oleh ibu prita kok…. kenapa RS omni kebakaran jenggot sih? apa takut kehilangan pasien? saya yakin dengan kejadian ini RS nya malah kehilngan pasien.. ibu Prita maju…… ayu maju

  40. seharusnya rumah sakit ini bercermin.
    seorang pasien mempunyai hak untuk mengetahui kondisi sebenarnya dari penyakitnya.
    bahkan apabila ada kesalahan diagnosa harus secara gentle mengakuinya.
    tetapi mungkin karena kearoganan dan keangkuhannya sampai-sampai seorang dr, atau staf rs lupa bahwa mereka juga manusia.
    apabila ada kerabat atau bahkan dirinya sendiri yang sakit dan mengalami hal yang sama dengan bu prita, maka mereka apakah akan diam saja.
    atau memang sudah kebiasaan dokter untuk merahasiakan penyakit pasien????

    kadang dokter berlindung dibelakang kata “kode etik”.
    menurut saya konyol, dokter yang seperti ini harus sadar bahwa pasien adalah manusia.

    saya juga punya pengalaman dimana dokter saat ditanya tidak menjelaskan dengan enak tetapi malah mengeluarkan kata-kata yang malah membua kami selaku keluarga pasien menjadi diremehkan.

    Rs. omni harusnya berterima kasih karena tidak diajukan ke meja hijau.
    atau mereka yakin karena hukum masih tidak ditegakkan apabila itu melawan sebuah rs, seperti kasus malpraktek yang beberapa bulan lalu.

    sekian terima kasih

  41. pengin bakar rumah sakit omni

  42. alhamdulillah akhir’a mb prita dapat b’kumpul kmbl dgn keluarga n semoga kasus’a cpt selesai.

  43. Rumah sakit dengan sistem yang Goblok, manajemen goblok, dokter yang goblok. Saya yakin itu “dokter hewan”, Coba sekalian ditanyakan kepada itu dokter sekolah dimana dia? atau dia lulus dengan nyogok?. Baguslah dengan di ekspose nya masalah ini makin gak lakulah itu rumah sakit.

  44. Iya, bom aja tuh omni. Klo aku deket omno, aku lemparin omni sama kotoran. Biar tau bahwa orang2 didalamnya juga ky kotoran. Bau busuk.

  45. Saya dan keluarga turut prihatin atas kasus yang menimpa ibu prita, dimana letak keadilan, pasien yang sakit ingin berobat kok malah di penjarakan.

  46. Ibu Prita ttp semangat..
    kebenaran pzti akan menang..=D

  47. Saya nggak tau persis kronologi sampai terjadi penahanan, dan bagaimana proses pengadilan itu berlangsung. Saya pegang saja asa praduga tak bersalah.

    Tapi dalam hal kemanusiaan, tentu lebih manusiawi kalau ibu prita bisa bebas mengasuh anak-anaknya.

    Ada pelajaran yang bisa diambil dari kejadian ini.

    Cara Aman Menyampaikan Opini Di Media Massa

    .

  48. Komentar yang begitu banyak telah mendukung ibu prita, Allah akan membukakan kepada kita semua jalan kebenaran dan kebenaran akan selalu menang walaupun berhadapan dengan para penguasa manapun. KAMI SELURUH RAKYAT INDONESIA MENDUKUNG IBU PRITA.
    andryan03.wordpress.com

  49. surotoizur said:

    MasyaAlloh..Orang teraniaya malah mau di penjara..Heran ya saya pesen aja jika kasus ini sampai ke angkat tolong bela yg benar jangan bela yg dzolim

  50. gunschaholic said:

    emang brengsek tuh yang punya gawe bikin jelek citra pelayanan rs kite2 aja….

  51. bu menkes yth,
    gimana tanggapan ibu akan hal tsb ? ibu kan biasanya lantang menyuarakan hal-hal yang berbau asing, jangan ragu Bu Menkes, HAJAR, BLEH !!

  52. gimana dong nasib kita kalo harus di kekang seperti itu dalam mengeluarkan pendapat?

  53. sekarang semua rakyat indonesia mendukung prita, bagaimana omni? mau memenjarakan seluruh rakyat di negeri ini, kalianlah yang sebaiknya bubar atau meminta maaf jika masih ingin selamat,

  54. Hmm..mungkin dlm tulisan ibu Prita mengkritik terlalu pedas..sehingga membuat Rs Omni tersinggung..
    Tp Rs Omni harusnya bertanggung jawab knp hasil Lab yang 27rb tu ga ada???
    setiap rekam medis di RS besar pasti sudah di komputerisasi..hasil tersebut juga pasti ada dalam rekam medis rumah sakit..!!!
    Harusnya masalah ini bs diselesaikan dlm kekeluargaan..!!!
    gag perlu mpe ke pengadilan..!!!

  55. Yang punya RUMAH SAKIT…
    Tuh dengerin keluhan pasien nya, jangan tingkatin PAMOR doank!!!!!!!!!!!!

  56. akangmunir said:

    ”ORANG MISKIN DILARANG SAKIT”palagi masuk rumah sakit di jamin makin”TAMBA SAKIT”gak sana gak sini”RUMAH SAKIT SMUA SAMA” tempat tinggalnya orang2″SAKIT”tanpa pengecualian sgala macam penyakit ada didalamnya terlebih”SAKIT JIWA”virusnya sudah meracuni di setiap penjuru sudut2nya.Di negaraku”INDONESIA 2050″yang namanya rumah sakit itu tidak ada.yang ada “RUMAH WARAS”.masuk sakit keluar “WARAS”.bukan seperti di negara tetangga sebela,masuk sakit keluar “MATI”…hehehehe..

  57. cuma kritik yang membangun koq sampe nuntut dipenjara…belajarlah untuk dewasa….

    http://sendit.wordpress.com

  58. shop4urbody said:

    OMG…..bila kejadian diatas memang benar adanya….ayo,ramai2 kita kutuk si dr.H, dr.G, Og,dan dokter2 lain yg disebutkan diatas tadi…..bila ANDA para dokter dan pengurus merasa tidak melakukan hal spt yang ibu Prita diatas, tentunya anda tak perlu merasa khawatir akan kutukan dari orang2,rasa sakit hati yang diderita Bu Prita,dan kebencian masyarakat yg justru bertambah dgn melayangkan gugatan pd Bu Prita yang sebenarnya sama halnya spt orang2 yang mengadu ke SURAT PEMBACA di koran2 atau tabloid2…namun bila benar adanya (hati kecil anda2 sendiri dan tentunya Yang Maha Kuasa saja yang tahu), sebaiknya anda2 sekalian berhati2 dgn hidup kalian…Tuhan akan selalu membela umatNya yang benar. Sekarang sdh tidak jamannya lagi kebebasan berbicara di pasung di negara ini!!!!!! Bu prita….jangan pernah anda takut, jangan pernah anda menjadi lemah, jangan pernah anda menyerah….selama kita selalu mendekatkan diri dengan Yang Maha Kuasa, Dia tahu apa yang terbaik untuk bu Prita….Kami semua mendukung ibu…..!!!!

  59. shop4urbody said:

    Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (QS: Muhammad:7)

  60. kebernian anda patut mendapat apresiasi, dan semoga anda mendapatkan ketabahan dan lindungan Allah.
    salut…..! AGAR PARAMEDIS DAPAT LEBIH MENGHARGAI NYAWA ORANG LAIN. BUKAN HANYA AMBIL UNTUNG AJA.

  61. Selamat ya mbak atas bebasnya si mbak dari LP.
    Setiap kebenaran pasti akan selalu Menang mbak..
    Semoga Allah selalu melindungi kita dari perbuatan yg tidak baik.. Amin

  62. Djayaningrat said:

    Janganlah di negara hukum, uang dan kekuasaan, “merajai” hak & kebebasan orang lain.

    Anda korban sekaligus PAHLAWAN dalam perbaikan pelayanan kesehatan.

  63. kulangnuwun said:

    wah mendingan dr. H di sunduk silite saja rame-rame biar kapok! Dasar dia emang. Mungkin dia bukan dr. beneran alias gadungan. kalo dalam basa jawanya bukan Dokter tapi Manusia Kodok Kepater… wekwkwkwkwkwk. Ayo! Kita bakar aja Rame-rame! biar semarak! Huahahahaha

  64. […] Is my trombosit really 27,000? Not 181,000? […]

  65. Turut prihatin atas apa yg menimpa Bu prita.Masa’ karena ketidakpuasan malah masuk penjara? Bisa2 smua komplain di Surat Pembaca di smua media cetak masuk penjara lagi. Harusnya pihak OMNI memberikan penjelasan dan permintaan maaf secara tertulis di mdia cetak nasional kpd Bu Prita.

    Saya dukung perjuangan Bu Prita.Saya yakin,pertolongan ALLAH SWT bersama anda.Amien

  66. pasien teraniaya said:

    tuntut balik aja bu prita krn anda adalah korban dari ketidakbecusan dokter & manajemen rs omni…saya yakin pasti ada ko pejabat atw instansi negara yg akan mendukung anda.

  67. pasien teraniaya said:

    bu prita, tuntut balik aja rmh sakit onmiinternasional tersebut krn anda adalah korban dari ketidakbecusan dokter & manajemen rs omni…saya yakin pasti ada ko pejabat atw instansi negara yg akan mendukung anda.

  68. sabar aj yah mba…..allah swt itu maha adil…pastinya mba akan di tolong…
    doa orang yang teraniaya akan dikabulkan..amin…
    semangat aj yah mba…bahkan banyak orang2 yang komplain tp koq d dipenjara…??????????????????????????????????????????????

  69. maksudnya g dipenjara gt deh…!!!!!!!!

  70. Sungguh keterlaluan…..
    Sebaiknya, kasus ini menjadi PR bagi UU ITE dan entitas kesehatan dinegeri ini yang kerap menjadi alasan bagi banyak warga Indonesia yang selama ini lebih memilih untuk berobat ke luar negeri atau ke paranormal
    http://engeldvh.wordpress.com/2009/06/03/dukung-ibu-prita-solideritas-dunia-maya/

  71. gantian sekarang dokter-dokter yang terlibat dimasukan ke penjara biar ngerasain gimana rasanya nginap di hotel prodeo

  72. Seharusnya ada blogger yang jadi anggota dewan, biar gak ngawur kalo bikin undang-undang ITE,

    Bisa-bisa ibu gue dipenjara 6 tahun gara-gara bergosip dengan tetangga tentang pengalaman hidupnya.

    Serem…. !

  73. ibu prita bisa nuntut balik pihak RS atas klaim malpraktik, karena tindakan medis yang dilakukan membuat pasien merasa dirugikan dan itu merupakan haknya ibu prita sebagai pasien..dan masalah ini bisa mengancam para blogger untuk berkreasi, kalau kontrol sosial yang kita lakukan seperti oleh ibu prita di dunia maya dianggap mencemarkan nama baik…bahayya khan?

  74. basaruddinrambe said:

    Seharusnya itu Menjadi Koreksi bagi RS, atau perusahaan, eh malah main lapor ja,, kampoeng kali bah………… kwokwowkwo

  75. MASUKAN AJA:

    keluhan pasien tentunya menjadi masukan bagi pihak RS.
    koreksi dulu pelayanan nya apakah sudah sesuai dengan prosedur pelayanan terhadap pasien.
    apakah pelayanannya sudah memuaskan pihak konsumen/pasien.
    berikan informasi sejelasnya terhadap pasien segala tindakan yang akan dilakukan termasuk pemberian obat2an dan penyakit yang diderita.
    Apa memang pelayanan yang diberikan seperti itu… bagaimana dengan kode Etik kedokteran???(jangan2 gak tau tuh RS…)

  76. Kejadian yang sama saya menyebutnya “malpraktek” terhadap istri saya dan anak saya kedua. Bukan demam berdarah tetapi operasi Kuret (di RS di Surabaya) dan Jantung (di RS di Jakarta).
    Saya berdo’a semoga akan lahir Lembaga Perlidungan Konsumen / Etik Kedokteran sebagaimana yang ada di negara-negara maju sebagaimana diungkapkan mantan Ketua IDI di KOMPAS minggu lalu.

    Salam,
    Sandhy

  77. yang saya sayangkan kenapa para jaksa itu ikutan “maunya” rumah sakit bukan mengecek kebenarannya, kalau benar seperti itu justru yang salah ya rumah sakit itu. sangat tidak profesional.

  78. silahudin66 said:

    Sadarlah wahai para dokter. jangan sekadar mencari keuntungan dari penderitaan orang lain, euy. anda disumpah untuk mengatakan yang sebenarnya, bukan sebaliknya. kalau memang tidak harus inap pasien, kenapa harus inap? kalau memang harus inap, kenapa tidak inap? mungkinm ini ya yang dipraktekkan dokter-dokter …….
    ironis memang, kapan pelayanan kesehatan ini dijalankan dengan jujur? entahlah…….

  79. Kata orang bijak ‘Kritikla Sebelum kritik itu dilarang’ Selama kritik itu sifatnya membangun kritikje’La. oke……… Hidup KRITIK ……….

  80. aning kurang,..manager dan direktur RS OMNI Internasional,..masuk neraka jahanam selama-lamanya”,…hidup di dunia kagak tenang….makan gaji buta”,..makan rejeki haram.”
    salam neraka to RS OMNI Internasional

  81. anjing kurap,..manager dan direktur RS OMNI Internasional,..masuk neraka jahanam selama-lamanya”,…hidup di dunia kagak tenang….makan gaji buta”,..makan rejeki haram.”
    salam neraka to RS OMNI Internasional

  82. niaefriana said:

    itu namanya syirik,
    syirik kan tanda gk mampu….
    pantesan aja orang lebih suka berobat keluar negri..ternyata gini toh.

  83. niaefriana said:

    Emang tugas dokter udah Berubah Ya???

  84. apapun yang terjadi,….do’a kami menyertai Rakyat Miskin Yang Sehat.”
    orang kaya – orang miskin gak boleh sakit,..”wah Jaya donk Indonesia”.
    APBN utuh,…anggota dewan ga’ punya kerja’an donk,…
    RS Internasional bangkrut”….syukur.
    puskesmas jadi posyandu donk,…..
    Dokter Gadungan bertaraf Internasional, mampus donk’…..
    wekekekekekeke…….
    BRAVO CHELSEA”,..weh opo hubungane yo’.
    yo ben sing penting CHELSEA coy”.

  85. dukung…!!!
    tegakkan kebenaran!

  86. RS mah kebanyakan mau duitnya saja…

  87. Turut prihatin dengan apa yang terjadi pada ibu prita, semoga diberikan kekuatan dari Yang maha Kuasa. Bila membaca kronologisnya wajar bila ibu prita merasa sangat dirugika, dan bagi penegak hukum pelajari dulu latarbelakangnya jangan main hukum sendiri. Bagi rekan bloger mari kita rapatkan barisan untuk mengkonter segala hal yang memasung kebebasan berekpresi yg bertanggungjawab.

  88. yah, itu semua sebagai pembelajaran pada kita semua, dan mestinya jangan sampai menjadi rugi dua kali apa yang kita lakukan, mungkin atas tulisan itu sebagai apresiasi kekecewaan dari ibu prita itu wajar, dan kenapa ibu prita sendiri tidak memberikan kesaksian kepada pihak yang bisa menjadi media atas perlakuan itu misal YLKI atau apa saya tidak tahu persis kan mungkin bisa membatu, dan bagi pihak RS sendiri itu juga terlalu dini langsung main hakim isitilahnya, Rs kan pasti punya menejmen yang bisa memediatori atas masalah dari konsumen atau pasien, jangan main tangkep masukin penjara, mang maling. dan juga bagi RS sendiri itu hal yang juga merugikan sekali dengan mengambil tindakan seperti itu, dan mudah mudahan bagi ibu prita juga diberikan jalan keluar dari kasus ini, dan yakin bahwa ibu prita benar karena kebenaran diatas segalanya.

  89. Kalo semua itu benar, Cuma pengen tau klo mereka para dokter menjadi pasien suatu saat dperlakukan seperti itu, apa mereka juga mau diam2 saja…semua pasti ada balesannya..
    banyak yg dukung kok mbak,…

  90. buyanaomy said:

    kami mendukung ibu prita sepenuhnya….
    semoga permasalahan ini dapat menemukan titik terang dan tidak merugikan ibu prita..

  91. armandinata said:

    Turut prihatin bu,…
    Moga2 mereka terketuk hatinya untuk menjadikannya pelajaran bukan menjadikannya acuan untuk menyerang balik…

  92. Sangat keterlaluan rumah sakit Omni. Sudah salah berani menuntut pula. Mereka juga akan merasakan hal yg di alami ibu prita.

  93. ini RS omni nya keterlaluan,polisinya n jaksanya juga sama aja,koq bisa langsung di tuntut penjara tanpa bukti n proses hukum yg jelas, padahal negara udah merdeka 63 thn tapi rakyatnya masih dijajah oleh bangsa sendiri…

  94. Pencerahan said:

    Terima kasih ibu Prita, karena email yg membawa penderitaan kepada ibu, memberikan pencerahan kepada banyak orang, semoga amal ibu mendapat pahala dari yg Maha Kuasa dan ibu diberi kekuatan dari Nya. Amin.

  95. dengan banyaknya pemberitaan di media massa baik cetak televisi ataupun internet, maka RS. OMni sudah sangat merugi, ini akan menjadi bumerang yang sangat keras menghantam mereka sendiri, tindakan RS. Omni yang menuntut ibu Prita sungguh kesalahan yg sangat besar dan ini adalah bukti kebodohan (mungkin bisa juga benar2 sangat teramat bodoh..) yg dilakukan RS. Omni, PR nya salah, dokter nya gak bener, hancur sudah kredibilitas kalian, tinggal kita lihat bagaimana upaya RS. Omni sekarang…jujur saya pribadi tidak akan merekomendasikan RS. Omni ke keluarga saya, teman2 saya atau kerabat saya lainnya…selamat menikmati hasil perbuatan bodoh mu RS.Omni….tingkatkanlah pelayanan bukan malah menyalahkan pasien.

  96. static person said:

    mungkin semua ( khususnya RS omni ) harus sering dan menyaksikan acara MARIO TEGUH THE GOLDEN WAYS .. bagaimana kita bersikap DEWASA dan profesional terhadap suatu masalah … dalam kasus ini .. sangat disayangkan karena harus membahas email bu prita hingga ke pihak hukum. Mengapa tidak secara kekeluargaan … ?
    menurut saya dan cukup banyak terbukti bahwa kita mengalah bukan berarti kita kalah .. malahan justru kita menang akan hal itu .. coba jika tidak sampai sebesar ini masalahnya .. mungkin orang awan spt saya dan lain2 tidak akan ambil pusing masalah gini.. akan tetapi jadi kebalikannya karena penasaran akan berita yang muncul di media massa. ..
    jadi siapa yang salah ???
    janganlah menyalahkan siapa2 … minta maaflah pada diri sendiri dan pada yang patut mendapatkannya …
    BEST 4 U BEST 4 US BEST 4 ALL

  97. Rakus Duit said:

    Ada 2 institusi yang dirugikan oleh RS OMNI Internasional :
    1. Pribadi Ibu Prita Mulyasari :
    Kesehatan, nama baik, kenyamanan rumah tangga dan sosial,
    Penghasilan, kebebasan berpendapat dan banyak hal lainnya,
    itu tidak dapat diukur dengan uang. (dirampas oleh OMNI).
    2. Negara…:
    Pemerintah sudah berusaha mingkatkan kinerja aparatnya,
    membuat UU dan peraturan dan lain sebagainya untuk kerukunan
    berbangsa dan bernegara (inipun dirusak oleh OMNI). pemerintah
    kena getahnya.
    Kasihan Ibu Prita, kasihan Bangsa Ku, Kasihan Negeri Ku……
    Buat OMNI dan pengacaranya… kamu tentunya punya isteri, punya anak… kemana kalian akan pulang… apakah kalian akan memilih
    NERAKA sebagai tempat persinggahan terakhir ???

  98. Salut dgn bu PRITA…… dgn mengungkapkn kebenaran Ia harus RELA dijebloskan ke PENJARA….. memang sekarang PENJARA bkn cuma t4 org2 yg salah di MATA MASYARAKAT tp yang salah Dimata HUKUM yg dibuat penguasa………

  99. hamba Allah said:

    azab Allah sangatlah pedih, untuk OMNI

  100. memalukan dan menyedihkan…ternyata tidak semua orang pintar memiliki moral dan keberanian maju ke depan untuk bertanggung jawab!
    BGU untuk orang2 yang telah tersakiti dan terzhalimi.

  101. Menyedihkan said:

    hehe.. inilah masanya kebenaran ditunjukan.
    Cerita2 ttg RS menjadikan pasiennya sbg kelinci percobaan tampaknya bukan bohong belaka.
    Mahalnya pendidikan kedokteran tampaknya memang bisa membuat lulusannya menjadi Tuhan. nyawa dan kesehatan orng lain ditangan gue, semao gue.
    menyedihkan..

  102. kejadian ini hanya sebagian peristiwa mal praktek yang terjadi di Indonesia, dan di dukung dengan power of money dari rumah sakit untuk mempengaruhi jaksa dalam mengambil keputusan (ini baru praduga) semoga Tuhan membalas semua yang dilakukan para dokter Omni dengan kebaikan… Amin

  103. hakimcool said:

    itulah kenyataan penuh kebohongan,kemunafikan,semoga ibu cepat keluar dan ketemu keluarga,tega bangat sich misahin keluarga orang..

  104. duu….masa cm gr2 tulisan itu sampe dipenjara….aneh bgt, berlebihan!! Itukan kritik keluhan, udah biasa ituu……buat ibu Prita, jgn takut ya….

  105. Endang Abdurrahman said:

    Kami salut atas perjuangan Anda bu Prita……Hadapi proses hukum selajutnya, Anda tidak sendirian. Dukungan atas pejuang kebenaran akan terus mengalir…..dan tidak akan membiarkan berlalu begitu saja.

  106. littleandi said:

    baru kali ini produsen marah karena d komplein sama konsumennya. bukannya jadi bahan perbaikan malah nuntut??bodoh atau terlalu pintar??

  107. iihh.. males banget sama RS OMNI.

  108. Seharusnya Ibu Prita yang menuntut pihak rumah sakit di depan hukum, buklan sebaliknya, disini dapat dilihat KEDEWASAAN sebuah institusi, lembaga (termasuk kejaksaan) bahkan pemerintah yang tidak segera mengambil tindakan terhadap kasus ini. Seseorang yang seharusnya mendapat perlindungan malah di Tahan sungguh IROSNIS. Tuntut balik aja, Gue dukung loe PRITA.

  109. Turut prihatin juga.

    Sekalian minta izin om untuk copas isi suratnya.
    Sumbernya dan aku cantumin kok. Thanks B4

  110. Papa Defa said:

    Syukur Alhamdulillah…Ibu Prita sdh kembali ke pelukan keluarga…

    Saya salut atas perjuangan ibu Prita selama ini. Hal ini menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa kesehatan itu penting.
    Saya dan istri mendukung perjuangan anda…

    Semoga kedepannya tdk terjadi pada kita semua dan kasus ini cepat selesai..Kebenaran pasti akan terungkap.

  111. menggelikan ya hem

  112. saya SUNGGUH SANGAT PRIHATIN dengan apa yang telah di alami oleh ibu prita..tp syukur alhmdulillah skag ibu sdah bisa bebas…utk pihak manajemen,staff n dokter yang ada di RS.Omni sebaiknya jgn terlalu bernafsu mngejar UANG semata…gara2 uang mata anda telah buta dengan materi…semoga RS,Omni bisa memperbaiki kinerja karyawan n manajemennya…dan utk calon pasien hendaknya berhati-hati dengan krywan n mjmen RS sperti itu,,bila anda menglami sperti yang ibu Prita alami,,sebaiknya laporkan ke pihak berwajib n minta bantuan YLKI…

  113. omni internasional mencoba menginterpensi para bloger.mari kita tunjukan
    siapa kita para bloger tak akan mundur biar di penjara.ayo bergandeng tangan

  114. daengsapar said:

    Ibu Prita, Kami sekeluarga bangga dengan ibu yg mau berjuang demi kebenaran dan Hak asasi.

    RS OMNI, jangan sia-siakan kemegahan namamu hanya krn kejar setoran/target…kesembuhan dan keselamatan pasien itulah target yg utama.

  115. iwanmalik said:

    Kasihan sekali dua anaknya yang masih balita & masih membutuhkan sekali perhatian dari ibunya. Semoga ibu prita lekas sembuh seperti sedia kala.
    Buat RS atau dokter jangan sedikit-sedikit memberi resep mahal atau sedikit-sedikit mengoperasi yang mungkin sebenarnya tidak perlu.

    http://iwanmalik.wordpress.com/pelatihan
    Info Pendidikan & Wirausaha

  116. mbak Prita, turut bersimpati dengan cobaan yg mbak alami,
    TUNTUT BALIK RS OMNI!! Jangan tanggung2 nilainya, sampe bangkrut skalian!! trus jgn lupa sebagian uangnya digunakan buat bantu org miskin yg sakit..
    buat manusia2 busuk dibalik ini semua, dan semua yg membela kebusukan.. terkutuklah hidup kalian

  117. […] Inilah Email Ibu Prita Yang Membuatnya Di Penjara Inilah email ibu Prita yang membuat dia dipenjara RS Omni Dapatkan Pasien dari Hasil Lab Fiktif Prita Mulyasari […] […]

  118. RS OMNIVORA

    Dokternya ga lulus sekolah.

    Ngambil ijazahnya nembak!

  119. JANOE HENDARTO said:

    KASUS BU PRITA–MEMANG PASIEN HARUS PINTER, KRITIS DAN BERANI KALAU TIDAK, DOKTER BISA SALAH DIAGNOSIS, SALAH OBAT, SALAH LAIN2NYA. DOKTER MANUSIA BIASA YANG BELAJAR DI PT HANYA 5-8 TAHUN

  120. Sekarang jaksa agung Hendarman udah turun tangan tuh,mudah2 aja masalahnya cepat selesai, maju terus.gw kalo sakit ga bakalan ke rumah sakit OMNI,sere..m

  121. Ini fakta pelayanan sebagian rumah sakit di Indonesia. Mungkin pihak RS itu takut gak ada pasiennya lagi makanya bu prita di sel kan………!!!!!! KAcauu …..kacauuuu

  122. ulilalbabkarisma3 said:

    oh…so sad…thats pity..
    but, keep spirit ibu prit..

  123. Harusnya dr.H dan dr. G –> YANG MASUK PENJARA !!
    saya yakin dengan adanya kasus ini RS OMNI tidak akan laku lagi.

  124. Saya ikut prihatin atas kasus ini. Sebenarnya kalo diterus-teruskan, maka nggak ada yang diuntungkan. Ibaratnya “menang tikus kalah sapi”. Mudah-mudahan semua pihak saling terbuka dan berpikir dengan hati..

  125. Rahmad Assegaf said:

    LBH seluruh Indonesia, bergerak donk.., tuntut RS OMNI atas nama Rakyat… Beri pelajaran bagi RS yg menutamakan keuntungan materi dr pd nyawa manusia…….
    IDI juga bergerak donk, apa ga gerah dengan oknum dokter yg merugikan nama baik IDI??? Kapan Dokter2 di Indonesia bisa spt Dokter di Amerika yg lbh mendedikasikan diri nya demi menyelamatkan nyawa manusia dr pd mencari dan menimbun harta.
    Ayo IDI, kan ada dewan kehormatan nya, di selidiki tuh Dokternya…., biar masyarakat ga hilang kepercayaan thd Dokter2 di Indonesia…

  126. isu rasial memang sulit,namun saya kira itulah yang terjadi di rs omni ini

  127. Saran saya utk RS Omni, lebih baik cabut saja tuntutan dan memohon maaf atas ketidaknyamanan yang telah diberikan dan memberikan kompensasi kepada Ibu Prita. Selanjutnya mengganti manajemen dan dokter2 yang tersangkut masalah ini. Tidak ada gunanya mempertahankan manajemen dan dokter yang arogan dan tidak punya nurani.

  128. ketika orang berusaha melalui jalan kebatilan… walaupun tidak dihukum di dunia saat ini.. mereka akan segera segera di kenai azab yang lebih dahsyat oleh yg maha kuasa… buat ibu Prita semoga mandapat limpahan yg lebih baik dari cobaan saat ini… saran bwt penyedia jasa kesehatan agar lebih mementingkan kesehatan konsumen daripada materi yang akan dihasilkan dari konsumen… insya Allah efek materi tidak akan susah untuk dicari….

  129. Aji Said M Iqbal said:

    Orang cuma nulis komentar kok ga boleh!padahal kan cuma menungkapkan rasa keluhan!Lepaskan bu prita dari sel

  130. RS. dengan memenjarakan Ibu prita sebenarnya boomerang sendiri bagi RS OMNI yg tidak profesional sama sekali tuh kerjanya……. jangan menyerah Ibu prita… pasti dukungan akan datang kepada anda….. Allah tidak pernah tidr… dan Dia akan selalu melindungi umatnya di jalan yang benar….. terus semangat Ibu prita…..

  131. ANTI-OMNI said:

    MANAJEMEN OMNI BUKA MATAMU. DARI BERJUTA-JUTA COMMENT YANG MASUK TIDAK ADA SATUPUN YANG MENDUKUNG TINDAKANMU. KEPADA SEMUA STAFF DAN MANAJEMEN OMNI MULAILAH DARI SEKARANG MENCARI PEKERJAAN BARU KARENA SAYA YAKIN MULAI HARI INI TIDAK AKAN ADA LAGI YANG BEROBAT KE RS OMNI

  132. coatsdyehouse said:

    dalam hal seperti semuanya harus tenang…….. pizz

  133. galih prastio said:

    BU PRITA….. SAYA SANGAT MENDUKUNG KETEGASAN IBU DALAM MEMBERIKAN KRITIK.. WARGA NEGARA INDONESIA MEMILIKI HAK DAN KEWAJIBAN DALAM MEMBERIKAN SARAN DAN KRITIK… APALAGI MENGENAI NYAWA MANUSIA… SAYA SALUT DENGAN PERJUANGAN IBU…

  134. Allah Maha Melihat
    Allah Maha Mendengar
    Allah Maha Mengetahui

    RS Omni,Jaksa, Polisi & siapapun yang menyeret Ibu Prita ke penjara….LAKNAT ALLAH BERSAMAMU!!!………..BERTOBATLAH SEBELUM BELKALANG TANAH!!

  135. klo RS bertaraf internasional saja gak bisa dipercaya ,maka pada siapa kita mempercayakan penangana terhadap penyakit kita?????
    buat ibu prita ALLAH akian selalu menjaga anda selama anda percaya padaNYA

  136. hiiidup bu prita maju terus pantang mundur,,,kami dukung !!!!!!
    usut tuntas management OMNI,beserTA JAKSA jaksa biadab,,,serahin aja nama para dokter bu biar saya santet,,!!!bajingan tenan jd esmosi neh g,,,

  137. saya mendukung ibu prita, semoga semua rs bisa dpt pelajaran dari kejadian ini. jgn sampai terulang lagi…

  138. sabar bu prita, Allah tdk tidur…kebenaran selalu menang.

  139. Email bu Prita diatas sepertinya wajar-wajar saja seperti mana email orang lain yang kecewa atas suatu pelayanan RS, Restauran, perbankan & dll. Yang mengerankan saya bagaimana instansi kepolisian & kejaksaan dapat mengiyakan tuntutan (malah) membantu menambahkan pasal yang lebih memberat ibu Prita dalam hal yang sudah jelas2 korban dalam hal ini adalah ibu Prita. Apakah kepolisian & kejaksaan yang terhormat sudah membaca email ibu ini. Jika sudah, lalu pertanyaan saya selanjutnya adalah dimanakah letak point yang sebegitu krusial sehingga ibu Prita harus ditahan bahkan dikurung sebelum sidang pembelaan diberikan kepada ibu Prita.

    Kalau kedua instansi ini adalah orang-orang yang intelijen, dengan membaca email ibu Prita ini lalu dijadikan cerita singkat (synopsis) maka, inti dari isi email ini adalah keluhan seorang pasien yang kecewa dan bukan suatu pembunuhan karakter suatu/sesorang. Hal ini sangat mudah untuk dicerna/dipahami. Tetapi ternyata pihak kepolisian & kejaksaan sangat berbeda dalam mengartikan email ini. Apakah ini professinal atau personal interest. Seharusnya sudah jelas yang harus dipertanyakan adalah pihak omni int’l kenapa ada kejadian sedemikian tidak professional nya dalam menanggani ibu Prita. Something is definitely fishy about our police force and law enforcement in this country are in question.

  140. seharusnya yang dipenjara bukan bu prita tapi managemen rs.omni yang udag bertindak sewenang pada pasiennya, sungguh memilukan tidak punya hati nurani.

  141. Itulah negara kita Indonesia dimana hak warga negaranya masih sangat dikalahkan dengan penguasa / institusi yang punya power. Power mereka hanya akan digunakan untuk kepentingan pribadi dan golongan sebesar besarnya. Hisap uang rakyat sebanyak banyaknya, karena untuk menghisap uang dari luar negeri tidak punya kemampuan.

  142. WALAH-WALAH TERNYATA KAYAK GITU AJA KOK DIPENJARA….MISS KOMUNIKASI AJA TUH.SETIAP rs SEHARUSNYA JANGAN TAKUT UNTUK DIKRITIK

  143. utama enda said:

    Kasus ini senarnya bukan ini saja terjadi potensi peristiwa ini mungkin juga ada ditempat lain. Kasus ini bisa dicegah kalau sudah menimpa “orang besar” miasl ada anak menteri, anggota DPR dll sehingga pihak yang terlibat pasti minta maaf. sialnya banyak kasus seperti ini terjadi pada wong cilik jadi ya begitu begitu aja . Inilah tanah airku Indoneia

  144. tuntut balik lagi deh bu prita….dah kelewatan bgt tuh omni…
    wahai dok – dok omni yth…ingat anda juga punya keluarga, punya anak, org tua, sdr-sdr lainya…bagaimana perasaan anda-anda jika hal ini terjadi pada anak ato org tua anda…..hukum karma pasti berlaku, jadi hati-hati lah anda semua.
    Ingat lah bahwa akan ada hari pembalasan setelah kehidupan di dunia ini usai…

  145. Saya dukung M’ Prita, semua orang layak u/ diperlakukan dengan baik, menyatakan sikap dan komentarnya. negara ini negara bebas. jangan lagi kita dibodohi oleh peraturan.

  146. saya turut ptihatin atas kejadian yang menimpa ibu prita, semoga ibu diberi kesabaran dan dimudahkan segala urusan, Tuhan Maha Adil, Amiiin.

  147. yang sabar iaaa buwg. . .

  148. bagus juga pristiwa ini agar kita para user tau bahwa 1 etika
    di internet itu ada 2 bahwa kita para user memiliki perasaan yg
    sama kalau satu di sakiti user lain jadi merasa juga. 3 kita semakin berani karna akhir perjalanan akan di menangkan prita.

  149. it’s not make a sense to send some people in jail..
    r they insane, as a doctor H must be profesional to handle he’s own patient..
    the diagnose must be completed knew, is break the law, break they promise as a doctor whose promise to keep they patient health and life, and not use they knowledge to make some one hurt..

    r they know that promise, r u forgot it? or they just be pretending as a doctor???

  150. Ibu Prita yang malang sudah jatuh tertimpa tangga pula

  151. emang RS OMNI yg salah…

    gw ndukung Bu Prita….

    pdhal kmrin ada lagi korban malpraktik di RS OMNI gw liat di berita

  152. kalo semua orang kayak bu prita, tutup dah blogger.

  153. trus maju prita gak usah gentar.yg bnr tetep mng

  154. Zz..Zz..Zz..Zzz.. said:

    Hati” loch yg berkomentar ..
    kita sih berprihatin

  155. akhirnya ibu prita mendapat dukungan dan bantuan untuk bebas dan berkumpul lagi dengan keluarga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: