Belajar Bisnis di Dunia Maya

Memang tak henti-hentinya kasus yang menimpaIPDN, apakah akhlak dan moral praja IPDN semuanya sidah rusak..? Belumtuntas kasus pembunuhan dan foto telanjang ada lagi kasus pengedar sabu yang dilakukan oleh praja IPDN. Oh malangnya nasib Indonesiaku…

INILAH.COM, Bandung – M Sanusi Fajri, seorang Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor Kabupaten Sumedang, Jawa Barat yang sempat melarikan diri, berhasil ditangkap dan ditahan.

Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar Kombes Pol Nugroho Aji Wijayanto didampingi Kasat Ops AKBP Kunto Prasetyo di Bandung, Rabu (3/6), membenarkan berhasil ditangkap Praja IPDN asal kontingen Aceh tersebut.

Sanusi Fajri Bin Lukman merupakan seorang anak pejabat di Aceh. Pemuda berusia 24 tahu itu dinyatakan sebagai tersangka pengedar narkoba di lingkungan kampus IPDN. Saat ditangkap tersangka menyimpan bungkus kecil berisi psikotropika jenis sabu-sabu.

Sanusi tertangkap pada 30 Mei siang saat tersangka melakukan transaksi sabu di daerah Sayang Kecamatan Cikeruh Kabupaten Sumedang. Praja tingkat akhir itu sempat melarikan diri dari sergapan petugas. Tapi karena meninggalkan berkas-berkas skripsinya di mobil maka petugas mendapat titik terang dan identitas tersangka.

Calon birokrat di Aceh itu dapar dijerat pasal 78 undang-undang RI No 22 tahun 1997 tentang penyalahgunan narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya di luar dari kepentingan kesehatan dan/atau ilmu pengetahuan dengan ancaman hukuman penjara 10 tahun.

Sejak Beberapa bulan terakhir ini Sanusi telah termasuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dan kawasan Sayang di Kecamatan Cikeruh Kabupaten Sumedang,Jabar sering dijadikan tempat transaksi narkoba.

Setelah tiga hari pencarian dan pengintaian, polisi melihat tersangka ada di lingkungan kampus pada Sabtu 30 Mei. Tanpa banyak menunggu, polisi langsung membekuk tersangka di kampusnya, di Jalan Raya Bandung-Sumedang.

Awalnya tersangka membantah terlibat dalam peredaran narkoba, namun ketika dipertemukan dengan anggota polisi menyamar jadi konsumen tersangka tak bisa membantah lagi.

Keterlibatan tersangka dalam jaringan peredaran narkoba kian tak terbantahkan tatkala polisi menemukan satu paket kecil sabu di kantong celana tersangka. Kepada polisi, tersangka tetap mengelak dituduh sebagai pengedar sabu-sabu.

“Saya hanya sebagai kurir dan itu juga bukan milik teman,” ucapnya.

Disamping terus menyanggah akan kepemilikan barang haram tersebut, akhirnya Sanusi juga mengaku, dia bukan pemakai barang psikotropika jenis sabu.

Kendati demikian, karena memang sudah tertangkap petugas atas kepemilikan barang tersebut, dia mengaku hanya bisa pasrah. “Saya bahkan bukan pemakai sabu-sabu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: