Belajar Bisnis di Dunia Maya

Waduh berita sadis lagi terjadi. Kali ini seorang murid SD dibantu irang tuanya tega menclurit gurunya. Ini beritanya saya comot dari www.kompas.com.
BANGKALAN, KOMPAS.com – Rosul (14) siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah (MI) Raudlotul Ulum –setingkat Sekolah Dasar (SD)– di Desa Kranggan Barat, Tanah Merah, Bangkalan, Jawa Timur nekat membacok gurunya, Masduki (26). Peristiwa ity terjadi Senin (3/8) pukul 09.00 WIB. Dalam menjalankan aksinya, Rosul dibantu sang ayah, Ahmad (40) yang menyeret Masduki dari ruang kelas sampai ke halaman sekolah.

Akibat bacokan itu Masduki mengalami luka cukup serius. Jari jempol tangan kanan dan telunjuknya nyaris putus. Adapun Rosul dan Ahmad ditahan di Polsek Tanah Merah, dengan sebilah celurit sebagai barang bukti.

Kapolsek Tanah Merah, AKP Sungkono, ketika dimintai konfirmasi wartawan mengakui dugaan penganiayaan oleh Rosul dan sang ayah. “Keduanya diancam dengan hukuman penjara maksimal lima tahun,” tegas Sungkono.

Sebelum peristiwa penganiayaan tersebut terjadi, Masduki sedang di ruang kelas IV mengawasi murid-muridnya –termasuk Rosul– belajar. Semula suasana hening dan tertib, sampai kemudian Rosul membuat kegaduhan sehingga mengganggu teman-temannya.

Maka, kata sumber Surya, Masduki pun memperingatkan Rosul agar diam, setelah itu memanggilnya ke depan kelas untuk berdiri dan dimarahi. Ternyata, bukannya merasa takut dan minta maaf kepada gurunya, Rosul malah menyeringai sehingga mengundang emosi Masduki, yang kemudian menampar pipi korban satu kali.

Seusai ditampar, Rosul tidak kembali duduk ke bangku, melainkan ke luar kelas dan pulang ke rumah orangtuanya, yang berjarak sekitar 300 meter dari sekolah. Setiba di rumah, seraya menangis Rosul mengadu kepada sang ayah, bahwa dirinya malu karena baru saja ditampar gurunya di hadapan teman-temannya di dalam kelas.

“Pak, saya sakit hati kepada Pak Masduki. Saya tidak berbuat nakal kok ditampar. Saya sekarang akan membalas sakit hati saya,” kata Rosul kepada ayahnya, seperti ditirukan sumber Surya.

Kemudian, sembari membawa celurit, Rosul bergegas kembali ke sekolah. Melihat itu, Ahmad berlari menyusul. Tetapi, setiba di sekolah, Ahmad bukannya mencegah tindakan sang anak yang berniat menganiaya gurunya, melainkan justru menyeret Masduki, yang saat itu berada di dalam kelas.

Masduki tidak mengira akan diseret ke luar kelas sampai ke halaman. Ia berusaha melepaskan diri namun gagal karena Ahmad mendekap tubuhnya erat-erat. Setelah itu Rosul mengayunkan celurit beberapa kali ke tubuh Masduki.

Sang guru berusaha menangkis dengan tangan kanan, sehingga mengalami luka serius. “Tolong, saya dibacok,” teriak Masduki berulang-ulang. Teriakan Masduki engundang kedatangan sejumlah guru yang kemudian melerai penganiayaan tersebut.

Seusai membacok, Rosul dan ayahnya pulang ke rumah, meninggalkan Masduki yang kesakitan, yang kemudian dibawa ke Puskesmas Tanah Merah. ”Saya hanya ingin memberikan pelajaran pada Rosul, karena anak itu sering berulah di dalam kelas,” kata Masduki ketika ditemui di puskesmas.

Setelah beberapa guru melapor ke Mapolsek Tanah Merah, Ahmad dan anaknya ditangkap. Saat diperiksa polisi Ahmad mengaku semula tidak bermaksud menganiaya Masduki namun akhirnya lupa diri karena tersulut emosi. “Seandainya tahu kalau tindakan anak saya akan berujung di kantor polisi seperti ini, dan membuat kami dihukum, tentu saya cegah. Apa boleh buat, semuanya sudah telanjur,” kata Ahmad. (st30)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: