Belajar Bisnis di Dunia Maya

PEMADAMAN bergilir arus listrik kembali menuai korban jiwa. Sekujur tubuh Aditya Natama Tanjung, melepuh dijilat api ledakan genset yang diperbaiki. Selain menewaskan bocah 5 tahun yang tinggal di Jl Jermal XI, Gg Subur, Kec Medan Area itu, ayah dan sepupunya juga mengalami luka bakar dan shock berat.

Disebutkan Debby (16), bibi Aditya, Senin (14/12) sekitar pukul 20.30 itu, kawasan tempat tinggal mereka kena pemadaman listrik yang digelar PT PLN. Nanda Syahputra Tanjung (45), ayah Aditya lalu hendak menghidupkan genset.

Mesin penghasil listrik itu hidup. Baru setengah jam dioperasikan, genset berbahan bakar bensin itu padam. Lantaran rumah mereka yang berada di di Jalan Jalak I, sekaligus tempat usaha keluarga itu butuh penerangan, Nanda lalu memperbaikinya.

Beberapa saat dipreteli, Nanda menemukan kesalahan pada mesin itu. Ternyata tangkinya bocor. Biar konsentrasi, Nanda membawa mesin itu ke dalam rumah untuk diperbaiki lebih lanjut.

Nanda bekerja diterangi cahaya lilin yang diletakkan sekira 2 meter di sampingnya. Putra sulungnya, Aditya serta ponakannya, Deni Noveri (7) memperhatikan Nanda saat memperbaiki genset. Dua bocah periang itu sambil jongkok.

Usai diperbaiki, bapak dua anak itu bermaksud memasukkan kembali bensin yang sebelumnya dikeluarkan dari tangki. Di sinilah petaka itu dimulai. Bensin yang hendak dimasukkan tumpah hingga terjilat api lilin.

Sekejab itu juga Nanda, Aditya dan Deni dijilat sijago merah. Deni selamat lantaran lari melewati celah papan bunga di ruangan itu. Namun kakinya tak terelak dari amukan api.

Sedang Aditya menderita parah. Api tak henti-hentinya menjilati tubuhnya. Nanda langsung menggendong Aditya dan melarikannya ke kamar mandi. Tubuh anak pertama dari dua anaknya itu disiram air guna memadamkan api.

Semalaman itu, Aditya tak henti-hentinya mengerang kesakitan. Kondisi itu membuat keluarga panik. Selanjutnya tubuh sang bocah dilarikan ke RSU dr Pirngadi Medan jelang dini hari itu.

Tak hanya Aditya yang dirawat di rumah sakit milik Pemko Medan itu. Nanda dan Deni juga dirawat. Ketiganya diinapkan di ruang HDU 507. Namun luka bakar yang teramat parah, membuat Aditya tak mampu bertahan. Dini hari kemarin (16/12), siswa Taman Kanak-kanak (TK) itu menghembuskan nafas terakhir.

Di tengah berduka, Eliza Elfiana (46) yang juga bibi Aditya
mengatakan, sehari sebelum kejadian, Nanda sudah menerima firasat buruk. Nanda membeli tiga nasi bungkus untuk mereka makan bersama.

“Sudah mau habis, di dalam nasi itu malah ada nampak belatung. Terus dia (Nanda-red) bilang, ada yang mau nyantet dia. Tapi kami bilang mudah-mudahan tak ada apa-apa. Tapi dia bilang lagi, ini pasti pertanda musibah,” kenang ibu dua anak ini yang ditemui di rumah duka.

Sementara Nanda yang hingga kemarin dirawat di RSU dr Pirngadi Medan, belum bisa memberikan keterangan. Tim medis rumah sakit menyebutkan, selain luka bakar pada fisik, Nanda juga sedang menderita tekanan pada kejiwaannya.(sahala)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: