Belajar Bisnis di Dunia Maya

Pembunuhan
Salah Kirim Pulsa Rp 10.000, Dibunuh
Senin, 24 Mei 2010 | 18:20 WIB
WARTA KOTA/PAULUS TRIGO
ILUSTRASI

TANJUNG PINANG, KOMPAS.com — Syamsudin (57), pedagang kartu perdana dan voucer pulsa di tepi Jalan Gatot Subroto, Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau, alami luka parah di perut dan di paha.

Ia ditusuk oleh pembeli pulsa yang sedang mabuk. Pedagang pulsa itu pun akhirnya tak tertolong walau sudah dilarikan ke UGD RS Angkatan Laut Midiyanto, Tanjung Pinang. Kejadian itu bermula ketika Syamsudin melayani Hermansyah (26) yang membeli pulsa IM3 seharga Rp 10.000, Minggu (23/5/2010) sekitar pukul 23.00.

Namun, sudah ditunggu beberapa saat, pulsa itu tak kunjung masuk ke ponsel Hermansyah. Usut punya usut, ternyata Syamsudin mentransfer pulsa XL. Padahal, yang diminta IM3.

“Saya mau nelepon pacar saya di Jalan Kuantan, tapi lama menunggu pulsa tidak masuk-masuk. Saya tanya kembali ternyata salah masuk. Namun, saya tetap bayar,” ungkap Hermansyah. Saat itu dia sedang mabuk.

Karena pengaruh minuman keras, Herman mengoceh dan tak lama kemudian terlibat cekcok dengan Syamsudin si penjual pulsa. Cekcok makin panas dan melibatkan anak Syamsudin, Indra (32), yang juga dalam pengaruh minuman keras.

Hermansyah terus ngoceh hingga terlibat perkelahian dengan Syamsudin. Indra dan Syamsudin memukul dengan broti. Namun, Hermansyah tiba-tiba mengambil pisau dapur di kios pedagang buah yang tak jauh dari tempat itu.

Dengan dua kali tusukan di perut dan paha, usus Syamsudin terburai dan pahanya luka menganga. Melihat Syamsudin bersimbah darah, anaknya menjerit-jerit minta pertolongan. Kebetulan di Jalan Gatot Subroto saat itu sepi.

Warga yang kebetulan lewat langsung menolong Syamsudin yang sudah tidak sadarkan diri dengan usus terburai dan luka menganga di paha kiri.

Mereka membawa korban ke UGD RSAL Midiyato di Jalan Kesehatan Tanjung Pinang. Namun, nyawa Syamsudin tidak dapat tertolong lagi. Ia mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 23.40 di meja perawatan.

Sekitar pukul 06.00, petugas berhasil menangkap Hermansyah di sebuah lantai dua sebuah rumah dan toko yang belum jadi di belakang Mapolresta, Jalan Ahmad Yani.

Saat itu tersangka sedang tidur nyenyak bersama rekannya, Jun (25). Polisi meringkus keduanya dan rekan Hermansyah lainnya yang ikut mabuk bersamanya sebelum kejadian tersebut. (ogas)
Saya mau telepon pacar saya, tapi lama menunggu pulsa tidak masuk-masuk. Saya tanya kembali, ternyata salah masuk. Tapi, saya tetap bayar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: