Belajar Bisnis di Dunia Maya


Empat puluh empat tahun lalu di Stadion Wembley, Jerman harus menerima kenyataan pahit nan menyesakkan. Pada final Piala Dunia 1966 yang berlangsung di Inggris, mereka “dihancurkan” oleh sebuah gol kontroversial dari pemain tuan rumah Geoff Hurst. Alhasil, “Der Panzer” harus keluar lapangan dengan kepala tertunduk lesu karena kalah 2-4, dan Inggris untuk pertama kalinya (dan terakhir) menjadi juara dunia.

Duel partai puncak event empat tahunan itu harus dilanjutkan hingga babak perpanjangan waktu setelah skor tetap imbang 2-2, menyusul gol balasan Jerman pada menit ke-89 yang dihasilkan oleh Wolfgang Weber. Sebelumnya, Jerman lebih dulu unggul lewat gol Helmut Haller pada menit ke-12, kemudian dibalas Geoff Hurst enam menit kemudian.

Inggris sempat memiliki asa untuk menyelesaikan pertandingan dalam waktu normal 90 menit saat Martin Peters mengubah skor jadi 2-1 pada menit ke-78. Namun, menjelang laga usai, Weber mencetak gol balasan sehingga duel dilanjutkan dengan babak perpanjangan waktu 2 x 15 menit.

Di babak inilah, kontroversi yang sampai sekarang masih jadi perdebatan terjadi. Pada menit ke-101, Hurst melepaskan tembakan keras yang menghunjam mistar gawang dan bola memantul ke bawah. Hakim garis mengangkat bendera tanda terjadinya gol, yang membuat Inggris unggul 3-2.

Sontak, para pemain Jerman melakukan protes karena bola tidak melewati garis gawang. Namun, wasit Tofik Bakhramov tetap pada keputusannya (setelah berkonsultasi dengan hakim garis yang mengangkat bendera) bahwa tembakan Hurst itu menghasilkan gol. Mental para pemain Jerman pun mulai runtuh sehingga Hurst bisa menambah satu gol lagi untuk melengkapi hattrick-nya di laga tersebut, sekaligus membawa Inggris menang 4-2.

Ternyata, cerita kontroversial Piala Dunia 1966 itu terulang lagi di Piala Dunia 2010 ketika Inggris bertemu Jerman di babak perdelapan final, Minggu (27/6/2010) di Stadion Free State, Bloemfontein. Kali ini, Inggris yang menerima karma. Mereka mendapat keputusan yang menyesakkan karena wasit asal Uruguay, Jorge Larrionda, tidak mengesahkan gol Frank Lampard pada menit ke-40.

Padahal, bola tendangan keras gelandang “The Three Lions” tersebut tampak jelas melewati garis gawang Jerman ketika memantul dari mistar (hasil tayang ulang pun memperlihatkan bola sudah melewati garis gawang). Malah, Lampard dan rekan-rekannya, juga Pelatih Fabio Capello, sudah bersorak kegirangan karena yakin gol telah terjadi sehingga skor saat turun minum imbang 2-2.

Namun, wasit dan hakim garis “cuek”. Mereka menganggap tidak terjadi gol. Skor babak pertama tetap 2-1 untuk keunggulan Jerman.

Inilah titik balik pertandingan tersebut, yang kemudian mutlak milik Jerman. Seusai jeda, Der Panzer yang sudah tiga kali menjadi juara dunia bisa menambah dua gol lagi yang dihasilkan lewat serangan balik. Thomas Mueller mengubur impian Inggris karena pemain bernomor punggung 13 ini memborong dua gol di paruh kedua untuk memastikan Jerman menang 4-1 dan maju ke babak delapan besar.

LOU
Editor: lou
Sumber:www.kompas.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: