Belajar Bisnis di Dunia Maya

Posts tagged ‘diperkosa’

2 Oknum Polisi Samapta Bejat di Langkat Gilir Cewek di Hotel Saina


pm/surya
Empat tersangka pemerkosa modus sumkuning saat diamankan di Polsek Medan Kota.

MEDAN-Terungkap sudah identitas 4 dari 5 pria berpistol yang menyumkuning atau menggiliri tubuh Intan, cewek yang ditangkap dari pesta sabu rumah kost di Jl.SM Raja, Medan, Sabtu (30/10) lalu. Dua dari mereka adalah polisi yang bertugas di Sat Samapta Polres Langkat, yakni Bripka Tamba dan Briptu Poltak Pasaribu.

�Dua orang lagi, sipil. Taufik Pradana (13) dan Maraganda Habincara (30). Keempatnya diserahkan ke Mapolsek Medan Kota. Oknum polisi itu juga dikenakan pasal pidana umum,�terang Kapoltabes Medan, Kombes Imam Margono. Sementara itu, hingga kemarin, keberadaan T Deni Syahputra alias Putra belum juga diketahui. Sedangkan Wawan alias Mbah Surip, telah pulang.

Itu dikatakan Latifah Hanum, kakak Putra. Ditemui kembali di kediamannya di Jl.Karya Bakti, Medan, Latifah berkata Mbah Surip datang ke rumahnya dan bercerita penyiksaan yang dialaminya bersama Putra. Namun Mbah Surip tak tahu kemana Putra.

Pada keluarga Putra, Mbah Surip menceritakan sadisnya penyiksaan yang dilakukan ke 5 pria yang mengaku aparat itu. Menurut pria berkulit putih bersih, dan berpostur tubuh tinggi itu, usai menggilir Intan di kamar 30 Hotel Saina, Pancurbatu, dia dan Putra dipukuli di kamar 24, hotel yang sama. Keesokan harinya, Minggu (1/11) siang, Intan dibebaskan.

Sedangkan Mbah Surip dan Putra diboyong naik Avanza hitam ke sebuah rumah kosong, tepat di belakang hotel JW Marriott Jl.Putri Hijau, Medan. Di sana, keduanya kembali disiksa. Siksaan demi siksaa yang dilakukan ke 5 pria itu mengakibatkan Putra pingsan tak sadarkan diri. Puas menyiksa, Rabu (4/11) dinihari, ke 5 pria itu membuang keduanya di Jalan Tol, Tanjung Slamat, Tembung.

�Kata si Wawan (Mbah Surip), mereka dibawa ke rumah kosong di belakang JW Marriott. Di sana, mereka ditunjangi dan dipijak-pijak, sampe adik saya (Putra) pingsan,� terang Latifah, diamini Jeck (32) abang kandungnya. �Kutengok pun, di badannya (Wawan), banyak luka-luka bekas disiksa,� tambah Jeck. �Kata si Wawan, si Putra lebih parah lagi. Muka dan kakinya luka-luka,�timpal Latifah.

Anehnya, hingga pukul 23.00 WIB kemarin, Putra belum juga kembali. Padahal, pengakuan Mbah Surip, keduanya jalan kaki usai dibuang. Keduanya jalan menuju kost Mbah Surip di Jl.SM Raja. Di sana, dia pisah dengan Putra. Putra berkata mau pulang ke rumah. �Si Wawan udah pulang. Tadi malam dia tidur sini. Paginya dia pergi, katanya mau ke Binjai tempat uwaknya. Tapi kenapa adikku (Putra), belum pulang juga?� ujar Latifah cemas.

Diloby Keluarga Pelaku

Asik cerita dengan Latifah, dua wanita gemuk paruh baya mengendarai Supra hitam BK 4137 OH, mendatangi Latifah. Sayang, kedua wanita gemuk itu melarang POSMETRO MEDAN masuk ke rumah. �Kami mau bicara, jangan dulu ya..� larangnya seorang wanita gemuk itu.

Tak lama, kedua wanita itu pergi. Latifah berkata, keduanya adalah keluarga dari seorang pelaku yang telah ditangkap. �Kata ibu-ibu yang datang tadi, yang ditangkap itu, satunya anak polisi yang tugas di Medan K ota,� terang Latifah.(surya/johan)

Sumber: Pos Metro Medan

Iklan

Diperkosa Lewat Miscall

Hati-hati bagi anda wanita yang mempunyai hp, jangan sembarangan meminjamkan hp anda pada orang yang tidak dikenal bisa fatal akibatnya…

MAKASSAR, KOMPAS.com — MA (15), siswi salah satu sekolah menengah atas (SMA) negeri di Kabupaten Sinjai, nyaris menjadi korban perdagangan manusia (human trafficking) ke Nanggroe Aceh Darussalam oleh pria bernama Anwar asal Kabupaten Gowa.

MA bersama keluarganya, Akbar, mendatangi Kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar di Jl Serigala untuk meminta bantuan hukum, Sabtu (6/6). Di LBH, MA mengungkap kronologi yang dialaminya. Namun, dia tampak malu saat sejumlah wartawan dari berbagai media mengetahui keberadaannya di kantor tersebut. Dia selalu membelakangi wartawan meski tetap menjawab pertanyaan yang diajukan kepadanya.

Korban yang bertubuh sintal ini mengaku, kejadian tersebut bermula saat Anwar mampir di toko di rumah korban di Sinjai sekitar pertengahan Mei lalu. Saat itu, Anwar membeli rokok. Setelah itu, Anwar kemudian minta tolong kepada korban agar meminjamkan ponselnya.

“Katanya ingin melakukan missed call ke ponselnya karena lupa di mana ia meletakkannya,” kata MA. Tanpa curiga dan bermaksud menolong, MA lalu menyerahkan ponselnya. Anwar lalu melakukan panggilan ke ponselnya. Setelah menemukan ponselnya, Anwar kemudian pamit. “Dia sempat menyatakan terima kasih,” kata gadis berambut ikal ini.

Tiba-tiba, pada malam harinya, Anwar menghubungi ponsel MA. “Awalnya saya kira orang salah sambung. Tapi, setelah memperkenalkan diri bahwa dia yang tadinya meminjam ponselku, saya lalu meladeninya tanpa curiga. Ternyata dia itu memang hanya mau tau nomor teleponku,” katanya.

Keduanya lalu berbincang akrab. Keakraban via ponsel ini berlangsung sekitar beberapa hari. Hingga suatu saat keduanya janjian bertemu di salah satu SPBU yang sedang dalam tahap perbaikan.

“Waktu ketemu saya dijanjikan akan disekolahkan dan diberi pekerjaan di Kota Makassar. Dia mengaku bisa mencarikan pekerjaan karena dia wartawan (menyebut salah satu media harian di Makassar),” katanya.

Tanpa pamit keluarga, dengan menggunakan sepeda motor, keduanya meninggalkan Sinjai, 27 Mei lalu dan bermalam di Bulukumba. “Awalnya saya bermalam di rumah keluarga Anwar. Besoknya saya pun diajak bermalam di salah satu wisma di Bulukumba. Di situlah saya dikerjai (berhubungan intim). Setelah itu, saya dibawa ke Makassar,” katanya.

Di Makassar, Anwar kembali “mengerjai” MA di salah satu wisma. Namun, MA mengaku tidak tahu di wisma mana dia menginap. Selama bersama Anwar, dia selalu berjanji akan memperistrikannya. Kecurigaan MA mulai timbul saat secara tidak sengaja mendengar kalau dirinya akan dipekerjakan di Aceh.

“Saya langsung panik,” katanya. Beruntung, MA yang dilarang membawa ponsel oleh Anwar, masih mengingat nomor telepon salah seorang keluarganya yang menetap Makassar. MA lalu meminjam ponsel Anwar dengan alasan ingin kirim pesan singkat ke rekannya. MA lalu menggunakan kesempatan itu untuk menghubungi keluarganya dan menyampaikan apa yang dialaminya. Dia lalu janjian akan ketemu di Terminal Regional Daya (TRD). Setelah itu, MA minta Anwar agar diantar ke TRD dengan alasan untuk bertemu dengan rekannya yang sudah di-SMS.

Sementara keluarga MA sudah menghubungi Polsek Biringkanaya dan menunggu di TRD. Tak lama kemudian, MA dibonceng Anwar betul-betul ke TRD. Polisi pun langsung membekuk Anwar. Hingga kemarin, Anwar masih meringkuk di tahanan Polres Sinjai.
 
Ketua Divisi Perempuan dan Anak LBH Makassar Fajriani Langgeng yang mendampingi korban mengatakan, dalam waktu yang dekat akan mempertanyakan langsung perkembangan kasus tersebut.

“Agaknya kasus ini seolah-olah dibiarkan berlarut-larut oleh polisi. Apalagi salah seorang keluarga korban mengaku pernah melihat keluarga tersangka dari polisi militer mendatangi Polres Sinjai,” jelas Fajriani.

Sementara Kapolres Sinjai AKBP Sugeng Riadi Rikolot belum berhasil dikonfirmasi mengenai perkembangan kasus ini. Berkali-kali ponselnya dihubungi, tetapi tidak diangkat meski terdengar nada aktif. (cr3)

Awan Tag