Belajar Bisnis di Dunia Maya

Posts tagged ‘MESUM’

Setubuhi Pacar Sampai 20 Kali,Siswa SMK di Tangkap

Seorang oknum siswa SMK di Klaten, IS (18), penduduk Kalikotes, ditangkap polisi karena menyetubuhi pacarnya hingga hamil tapi menolak tanggung jawab, Sabtu (20/2). Kini tersangka IS ditahan di Mapolres Klaten.

Saat diperiksa polisi, tersangka mengelak tudingan. Omongannya juga berbelit-belit. Polisi tak kehilangan akal. Korban pun, Kencur (nama samaran), didatangkan untuk dikonfrontir. Tidak terelakkan, pasangan muda-mudi itu berdebat soal jumlah persetubuhan yang telah dilakukan.

Semula IS mengaku hanya berhubungan enam kali dengan korban serta sudah menggunakan alat kontrasepsi sehingga tak percaya kalau pacarnya sampai hamil.

Hal itu langsung dibantah korban. Kata dia, hubungan badan itu dilakukan sampai 20 kali di beberapa tempat. Bahkan juga terkuak kalau mereka pernah melakukan hubungan badan di kebun dan di gubug di tengah sawah.

Kasus itu terungkap, setelah korban telat datang bulan, dan ternyata hamil, pada Januari lalu. Setelah didesak orangtuanya, korban mengatakan kehamilan itu akibat perbuatanya IS. Sebenarnya, IS sudah didesak untuk bertanggungjawab, namun tidak mau. Akibatanya orangtua korban melaporkan kasus itu kepada polisi.

Kapolres Klaten AKBP Drs Agus Djaka Santosa melalui Kasat Reskrim AKP Edy Suranta Sitepu mengemukakan, tersangka masih diperiksa intensif. (Sri)

Sumber: http://222.124.164.131/merapi/article.php?sid=11365

(Pic) Skandal Seks Membawa Maut

Inilah akibat mernbuat skandal seks (zina) dan berujung kematian..
Hukuman inilah yang cocok bagi orang-orang yang suka mesum,selingkuh dan berzina…biar jerah dan tidak bisa mengulangi lagi alias udah co.id.

Sekelompok militant Somalia melakukan hukuman rajam kepada salah seorang yang di dapati melakukan perzinahan.Eksekusi itu terjadi di Afgoye, sekitar 20 mil sebelah barat ibukota Mogadishu.Dalam eksekusi tersebut juga disaksikan oleh penduduk desa sekitar.

Pria malang itu bernama Abubakar Mohamed Ibrahim, 48 tahun di tuduh melakukan perzinahan.Dia dikubur dalam sebuah lubang sampai kedadanya dan dilempari batu sampai mati.Sebelumnya Mohamed Ibrahim memohon kepada militan Islam untuk tidak melakukan hal itu, namun tidak diindahkan.Aksi tersebut disaksikan oleh penduduk desa yang diancam untuk menyaksikan pelaksaksanaan hukuman tersebut. Sedangkan wanita yang melakukan perzinahan dengan Mohamed juga dijatuhi hukuman cambuk 100 kali.

Hukuman ini sendiri kali pertama dilakukan oleh gerilyawan Hizbul Islam

hukum rajam2hukum rajam3(Sumber : dailymail)

2 Oknum Polisi Samapta Bejat di Langkat Gilir Cewek di Hotel Saina


pm/surya
Empat tersangka pemerkosa modus sumkuning saat diamankan di Polsek Medan Kota.

MEDAN-Terungkap sudah identitas 4 dari 5 pria berpistol yang menyumkuning atau menggiliri tubuh Intan, cewek yang ditangkap dari pesta sabu rumah kost di Jl.SM Raja, Medan, Sabtu (30/10) lalu. Dua dari mereka adalah polisi yang bertugas di Sat Samapta Polres Langkat, yakni Bripka Tamba dan Briptu Poltak Pasaribu.

�Dua orang lagi, sipil. Taufik Pradana (13) dan Maraganda Habincara (30). Keempatnya diserahkan ke Mapolsek Medan Kota. Oknum polisi itu juga dikenakan pasal pidana umum,�terang Kapoltabes Medan, Kombes Imam Margono. Sementara itu, hingga kemarin, keberadaan T Deni Syahputra alias Putra belum juga diketahui. Sedangkan Wawan alias Mbah Surip, telah pulang.

Itu dikatakan Latifah Hanum, kakak Putra. Ditemui kembali di kediamannya di Jl.Karya Bakti, Medan, Latifah berkata Mbah Surip datang ke rumahnya dan bercerita penyiksaan yang dialaminya bersama Putra. Namun Mbah Surip tak tahu kemana Putra.

Pada keluarga Putra, Mbah Surip menceritakan sadisnya penyiksaan yang dilakukan ke 5 pria yang mengaku aparat itu. Menurut pria berkulit putih bersih, dan berpostur tubuh tinggi itu, usai menggilir Intan di kamar 30 Hotel Saina, Pancurbatu, dia dan Putra dipukuli di kamar 24, hotel yang sama. Keesokan harinya, Minggu (1/11) siang, Intan dibebaskan.

Sedangkan Mbah Surip dan Putra diboyong naik Avanza hitam ke sebuah rumah kosong, tepat di belakang hotel JW Marriott Jl.Putri Hijau, Medan. Di sana, keduanya kembali disiksa. Siksaan demi siksaa yang dilakukan ke 5 pria itu mengakibatkan Putra pingsan tak sadarkan diri. Puas menyiksa, Rabu (4/11) dinihari, ke 5 pria itu membuang keduanya di Jalan Tol, Tanjung Slamat, Tembung.

�Kata si Wawan (Mbah Surip), mereka dibawa ke rumah kosong di belakang JW Marriott. Di sana, mereka ditunjangi dan dipijak-pijak, sampe adik saya (Putra) pingsan,� terang Latifah, diamini Jeck (32) abang kandungnya. �Kutengok pun, di badannya (Wawan), banyak luka-luka bekas disiksa,� tambah Jeck. �Kata si Wawan, si Putra lebih parah lagi. Muka dan kakinya luka-luka,�timpal Latifah.

Anehnya, hingga pukul 23.00 WIB kemarin, Putra belum juga kembali. Padahal, pengakuan Mbah Surip, keduanya jalan kaki usai dibuang. Keduanya jalan menuju kost Mbah Surip di Jl.SM Raja. Di sana, dia pisah dengan Putra. Putra berkata mau pulang ke rumah. �Si Wawan udah pulang. Tadi malam dia tidur sini. Paginya dia pergi, katanya mau ke Binjai tempat uwaknya. Tapi kenapa adikku (Putra), belum pulang juga?� ujar Latifah cemas.

Diloby Keluarga Pelaku

Asik cerita dengan Latifah, dua wanita gemuk paruh baya mengendarai Supra hitam BK 4137 OH, mendatangi Latifah. Sayang, kedua wanita gemuk itu melarang POSMETRO MEDAN masuk ke rumah. �Kami mau bicara, jangan dulu ya..� larangnya seorang wanita gemuk itu.

Tak lama, kedua wanita itu pergi. Latifah berkata, keduanya adalah keluarga dari seorang pelaku yang telah ditangkap. �Kata ibu-ibu yang datang tadi, yang ditangkap itu, satunya anak polisi yang tugas di Medan K ota,� terang Latifah.(surya/johan)

Sumber: Pos Metro Medan

Video Porno Mahasiswa Malang Beredar

Video mesra sepasang mahasiswa beredar dari file ke file. Rekaman itu menampilkan kedua pasangan muda-mudi ini bermesraan di bangku istirahat yang diduga berada di Kompleks Kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Jalan Raya Landungsari, Kota Malang. Video berdurasi 12:37 menit itu diduga dibuat di kampus karena dalam rekaman itu terpampang spanduk di dinding gedung yang bertuliskan Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia di bawahnya Fakultas Peternakan dan Perikanan UMM. Dalam video itu tergambar seorang mahasiswa duduk bersebelahan dengan seorang mahasiswi mengenakan kemeja warna putih dengan jaket kain warna hitam berambut sebahu. Dengan agresif sang lelaki terus mencumbui mahasiswi yang diduga kekasihnya itu. Terlihat sang lelaki juga mengenakan kemeja lengan putih dengan celana hitam itu memeluk erat dalam video bertajuk ‘Mesum di kampus’. Bukan ciuman pada pipi dan bibir, sang lelaki juga menciumi bagian perut sang perempuan. Aksi itu dilakukan hingga 10 menit video berjalan. Aksi ciuman ini tidak juga dilakukan dengan duduk di bangku. Namun, sang lelaki juga mengajak sang perempuan berdiri seraya asyik berciuman. Diduga kuat video ini direkam oleh orang lain dari gedung terpisah. Karena secara jelas terlihat pengambilan gambar dari jarak jauh dan menggunakan kamera rekam atau handycam. Aksi video ‘mesum di kampus’ menjadi perbincangan kalangan mahasiswa dan mahasiswi kampus berada sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Malang ini. Bahkan, salah satu mahasiswi yang ditemui di kantin kampus, Senin (2/11/2009), mengaku telah tersiar kabar bahwa telah beredarnya video mesum di kampus mereka beberapa hari ini. Mereka mengaku jika gedung yang digunakan adalah kampus mereka. Melihat dari bangku warna biru yang dipergunakan untuk duduk dan spanduk yang memang berada di kampus mereka. “Kalau tidak salah itu gedung kuliah bersama di lantai dua,” kata Putri salah satu mahasiswi yang ditemui di kantin Kampus UMM. Kendati demikian, Putri bersama mahasiswa lain tidak mengetahui betul siapa pemeran dalam video itu. “Kami tidak kenal dengan pemerannya, mungkin anak fakultas lain,” ujarnya. sumber

Dukun Cabuli 4 Siswi SMP di Sidoarjo

SIDOARJO- Sungguh bejat ulah Sukardi (40), warga Desa Boro RT 4 RW 2, Kecamatan Tanggulangin ini untuk bisa melampiaskan nafsu seksnya. Dengan berpura-pura menjadi dukun, dia mencabuli empat siswa SMP.
Akibatnya, Sukardi harus berurusan dengan polisi. Dia ditahan di Polres Sdoarjo untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. “Saat ini baru empat yang melaporkan perbuatan Sukardi, kemungkinan korbannya masih ada lagi,” ujar Kasat Reskrim Polres Sidoarjo, AKP Agung Pribadi, Jumat (30/10/2009).
Dalam berpraktek sebagai dukun, pria yang mempunyai dua nama samaran lain, Arip dan Ardi ini berbekal alat seks vibrator. Dengan jampi-jampi dan alat itu, dia mengaku bisa menyembuhkan penyakit keputihan. Ternyata, semua itu hanya akal bulusnya saja agar bisa merenggut keperawanan gadis yang masih berumur belasan tahun.
Terbongkarnya perbuatan bejat Sukardi, bermula dari salah satu bocah sebut saja Mawar (14), yang mengaku stress setelah diobati oleh Mbah Sukar, begitu sapaan Sukardi di dunia perdukunan. Saat dia berobat, Mbah Sukar memintanya menjalani ritual.
Mawar terpaksa menuruti kemauan Mbah Sukar, karena dijanjikan penyakit keputihannya akan sembuh. Selain itu, Mbah Sukar menjanjikan kalau setelah bersetubuh itu Mawar akan bertambah cantik.
Bocah polos itupun tanpa sadar menuruti kemauan pria yang sehari-hari bekerja sebagai makelar pengurusan STNK. Sebelum disetubuhi, Mawar disuguhi tayangan film esek-esek di kamar tersangka yang juga tempat prakteknya.
Di sela-sela menonton film esek-esek inilah, Mbah Sukar meminta Mawar melucuti pakaiannya satu persatu.Tersangka pun leluasa melakukan aksi bejatnya dengan dengan menempelkan alat vibrator untuk merangsang birahi korban.
Merasa aman dalam aksi bejat pertama kalinya ini, tersangka ternyata mengulanginya lagi. Bahkan, korban mengaku ulah itu dilakukan hingga empat kali. Terakhir, tersangka sempat memberikan uang Rp41.500 kepada korban setelah melakukan aksi bejatnya ini.
Jika aksi pertama, tersangka hanya menempelkan vibrator di kemaluan korban. Untuk aksi kedua, ketiga dan keempatnya, pelaku berhasil menyetubuhi Mawar yang masih duduk di bangku salah satu SMP di kawasan Tanggulangin.
Setelah sadar apa yang menimpanya, korban melapor ke orang tuanya dan diteruskan ke polisi. Berdasarkan laporan korban, ulah bejat tersangka dilakukan pada tanggal 14, 15, dan 19 Oktober 2009. Dalam menjalankan aksi, dilakukannya siang hari.
Setelah Mawar melapor ke polisi, ternyata kedok korban semakin terkuat. Ada tiga korban lagi yang melapor dan mengaku telah dicabuli oleh Mbah Sukar.
“Tiga korban lain yang melapor, usianya juga masih belia sama seperti Mawar, siswa kelas 3 SMP dan berdomisili di kawasan Tanggulangin,” ujar Agung Pribadi.
Empat korban dimintai keterangan di Pusat Perlindungan Anak (PPA) Polres Sidoarjo. Selain menangkap pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Seperti vibrator merek U-FIT Osiwa.
Satu unit Televisi 29 inchi dan sebuah VCD Player plus lima keping VCD porno juga disita. Polisi juga membawa satu buku saku Surat Yasin dan selembar sprei biru bermotif bunga.
“Tersangka akan dijerat dengan pasal berlapis. Selain melanggar pasal 81 dan 82 UU 23/2002 tentang perlindungan anak, polisi menjeratnya dengan pasal 293 KUHP dan Pasal 40 UU 8/1992 tentang perfilman,” pungkas Agung Pribadi. (Abdul Rouf/Koran SI) (hri)

VIDEO HOT Hanya Memakai Selembar Kain

Apa sebab orang ini disiksa… Kok hanya pake selembar kain putih? Sepertinya menyeramkan.
Ini bukan guyon atau humor tapi beneran loh, bagi oarang yang kencing tidak cebok atau tidak istinjak akan diazab dengan siksa kubur. Biasanya anak-anak mudah tak jarang orang tua juga melakukannya kencing di sembarang tempat dan tidak cebok. Ihh jorok…

“Mau lihat videonya?

http://infotekkom.wordpress.com/2008/12/06/video-siksa-kubur/

VIDEO Disiksa Gara-Gara Kencing Tidak Cebok

Apa sebab orang ini disiksa… Kok hanya pake selembar kain putih? Sepertinya menyeramkan.
Ini bukan guyon atau humor tapi beneran loh, bagi orang yang kencing tidak cebok atau tidak istinjak akan diazab dengan siksa kubur. Biasanya anak-anak mudah tak jarang orang tua juga melakukannya kencing di sembarang tempat dan tidak cebok. Ihh jorok…
Inilah orang orang yg membuat halte terminal dan tempat tempat umum jadi berbau pesing.

“Mau lihat videonya?

Klik disini

Awan Tag