Belajar Bisnis di Dunia Maya

Posts tagged ‘seks’

Wow Gila… Menikah di Sayap Pesawat Saat Terbang


Prosesi pernikahan pasangan Darren McWalters dan Katie Hodgson di Inggris.

KOMPAS.com – Pasangan Darren McWalters dan Katie Hodgson bisa menjadikan pernikahan mereka paling mendebarkan sepanjang sejarah. Kedua mempelai melangsungkan upacaranya di sayap pesawat yang terbang pada ketinggian 1.000 kaki atau sekitar 300 meter dari permukaan tanah.

Lebih menegangkan lagi, tidak hanya satu pesawat yang digunakan dalam pernikahan itu, melainkan tiga pesawat sekaligus. Masing-masing untuk mempelai pria dan perempuan, serta satu pesawat lagi untuk pendeta yang memberkati pernikahan itu.

Mempelai pria, McWalters, berdiri di atas sayap pesawat bersayap ganda, sementara Katie Hodgson juga berdiri di sayap pesawat yang lain. Keduanya mengenakan gaun pengantin lengkap.

Sedangkan pendeta George Bringham yang terbang dengan pesawat ketiga, juga berdiri di bagian sayap. Pesawat biplane yang ditumpangi Bringham ini ada di depan pesawat kedua mempelai.

Ketiga pesawat itu punya corak yang sama, putih bergaris-garis merah dan dimiliki oleh Team Guinot, kelompok pilot aerobatik yang juga kumpulan stuntpilot.

Gambar yang didapatkan stasiun televisi Sky memperlihatkan baju pengantin Hodgson berkibar-kibar ketika pesawat mengudara di cuaca yang kurang bagus.

Angin kencang dan hujan juga memaksa ketiga pesawat itu tak boleh berlama-lama mengudara. Ketiga pelaku aksi mendebarkan itu mengaku terkena empasan angin yang sangat kuat.

Di udara, Bringham menikahkan mereka dengan bantuan pengeras suara. Kedua mempelai bahkan harus mengucapkan janji dengan berteriak. Maksudnya, agar janji pernikahan keduanya bisa didengar oleh para tamu undangan di bawahnya.

Mikrofon khusus yang dipasang membuat tamu undangan di lapangan terbang Rendcomb, sekitar 145 km arah barat London, bisa mendengar janji pernikahan itu.

“Bersediakan Anda mencintai dan menjaganya sepanjang hidup kalian?” teriak Bringham.

“Ya, saya bersedia,” janji Darren McWalters dengan suara tak kalah kuat.

Katie Hodgson mengaku tak pernah membayangkan akan menikah di sayap pesawat terbang. “Setelah semakin dewasa, saya menjadi lebih senang dengan petualangan,” katanya.

“Saya menghadirkan sisi petualangan pada Darren. Dia sebelumnya takut dengan ketinggian,” katanya.

Darren McWalters setuju dengan Katie Hodgson. “Kami sama-sama agak gila, jadi kami menginginkan sesuatu yang cocok,” tegasnya. (Satwiko Rumekso)

Video Lucu Gan… Cara Ngetes Kondom

Ini dia cara menguji kekuatan kondom …
Tonton aja videonya disini

Ibu Jual Anak demi Narkoba

SYDNEY, KOMPAS.com — Menjual anak perempuan ternyata tidak hanya fenomena yang terjadi di negara-negara miskin. Hal ini juga terjadi di Australia.

Seorang perempuan dihukum penjara 10 tahun karena menjual anaknya yang baru berusia 12 tahun kepada 100 lelaki. Ibu berusia 41 tahun itu bahkan memasang iklan di surat kabar, “Angela, 18 tahun, pendatang baru di kota ini”.

Jaksa penuntut mengatakan, anak perempuan yang sudah menderita penyakit kelamin itu memberikan sebagian “pendapatannya” agar ibunya dapat membeli narkotika.

Surat kabar tersebut memberitakan, ibu tidak berperasaan itu memesan kamar hotel sekaligus menyediakan kondom. Dia jugalah yang mengetuk pintu dan memberitahukan kepada pelanggan hidung belang itu jika waktu mereka telah habis.

Inilah Ciri-Ciri Pria Berpenis Kecil


Ukuran penis, bagi para pria adalah persoalan besar. Ukuran, buat mereka akan
menunjukkan suatu “supremasi” -khususnya di kalangan mereka sendiri. Ukuran, juga akan menjadi semacam penentu apakah mereka mampu memuaskan pasangan atau tidak.

Anda tentu tak punya semacam metal detector yang bisa mendeteksi, pria mana yang memiliki big size, dan mana yang mempunyai small size. Namun, tanpa detektor pun, kita bisa kok mengetahui apakah seorang pria termasuk “Mr Mini P”. Beberapa wanita menyampaikan tanda-tanda menarik berikut, dan coba lihat apakah Anda juga bisa mendeteksinya.

Egonya besar
Pria dengan “mini P” disebut-sebut memiliki ego yang besar, karena seumur hidupnya harus bertahan di tengah-tengah kaum pria yang umumnya dianggap jantan bila memiliki “perangkat yang besar”. Oleh karena itu, ia harus menciptakan suatu ilusi bahwa, meskipun miliknya tidak besar, ia lebih berharga daripada emas. Pria seperti ini umumnya memiliki gaya hidup mewah, dengan mobil atau gadget-gadget yang melebihi apa yang dimiliki pria lain dengan ukuran penis rata-rata. Mereka umumnya juga memiliki jaringan pertemanan yang luas.

Juara seks oral
Ini namanya adil. Mr Mini P biasanya tahu bagaimana mengkompensasi ketidakberuntungannya tadi dengan menguasai keahlian lain: lidahnya. Ia mahir sekali bermain dengan lidahnya, dan tak jarang mampu memuaskan pasangannya hanya dengan cara seks oral ini. Namun jika ia mampu menjelajahi segala sudut daerah intim pasangannya, dan membuat pasangannya cukup panas dan siap melanjutkan sesi berikutnya, saat terjadi intercourse si wanita tentu tak akan sadar sebesar apa penis pasangannya.

Tak pernah membahas topik seputar penis
Tentu saja, untuk apa pria seperti ini mengangkat topik obrolan seputar penis, jika kemudian ia harus membuktikan bahwa “perangkatnya” sendiri cukup hebat untuk dibicarakan? Sebaliknya, ia lebih suka menceritakan pengalaman hebat lain, seperti ketika pelipisnya robek saat terlibat tawuran di sekolah, atau betapa ia pernah diganggu hantu ketika sedang lembur di kantor.

Pendek kata, Mr Mini P tak akan pernah bercerita seputar penis, karena pria umumnya tidak suka membicarakan hal-hal yang mengganggu mereka. Hal ini tentu berbeda dengan kita, yang dengan santainya akan mengatakan pada teman-teman di kantor, “Ah, dada gue tipis begini, pakai push up bra juga enggak nolong!”

Prinsipnya, “Size doesn’t matter”
Mr Mini P biasanya akan mulai melontarkan konsep bahwa “size doesn’t matter”. Sesuatu yang kecil sebaiknya jangan dijadikan patokan, begitu menurutnya. Katanya sih, justru karena ia sadar bahwa “his size does matter”, ia berusaha bertahan dengan berusaha mengubah pemikiran para wanita yang kebetulan belum pernah bertemu Mr Maxi P. Ia akan mengatakan, “Bukan ukuran kapalnya yang penting, tetapi bagaimana gerakannya di laut?” Hm… Anda tahu kan, bagaimana terjemahan analogi ini dalam urusan Mr P-nya?
Sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3237664

Ratusan Ribu Orang Cedera Saat ‘Ngeseks’


Ratusan ribu warga Inggris setiap tahun mengalami cedera dalam keheningan akibat terluka atau cedera saat berhubungan seks. Mereka umumnya malu untuk mengungkapkan sebab cederanya.

Sebuah survei terbaru, sebagaimana diberitakan Telegraph, Minggu (9/5/2010), menemukan, sepertiga dari populasi orang dewasa Inggris, sekitar 18 juta orang, mengalami sakit atau aneka cedera selama atau setelah bergelut dengan penuh gairah. Otot yang tertarik muncul sebagai keluhan paling umum, diikuti cedera punggung, karpet yang terbakar, leher kaku, dan siku atau lutut yang berbentur (memar).

Sebanyak 40 persen baru menyadari bahwa mereka terluka atau cedera pada pagi hari. Rupanya, saking bersemangatnya berhubungan seks, mereka sampai tidak begitu memerhatikan kalau saat itu terjadi luka atau cedera. Survei itu juga melaporkan, sebanyak 5 persen orang mengambil cuti kerja karena cedera yang terjadi saat berhubungan seks.

Sebanyak 2 persen bahkan mengalami patah tulang, sementara yang lainnya menderita memar bahu, lutut bengkok, pergelangan kaki terkilir, atau pergelangan dan jari-jari tertekuk.

Sofa ternyata menjadi tempat paling berisiko untuk melakukan hubungan seks, terutama karena jumlah gelas minuman dan piring masih tergeletak di sekitar sofa saat gairah memuncak dan tak lagi tertahankan. Tangga berada di urutan kedua disusul mobil keluarga dan kamar mandi. Lokasi berbahaya lainnya termasuk kursi, meja dapur, kamar mandi, taman, dan lemari kantor.

Satu dari 10 orang mengatakan, mereka atau pasangannya pernah jatuh dari tempat tidur saat berhubungan seks dan satu dari 50 orang mengatakan, mereka pernah jatuh dari sebuah mesin cuci ketika mereka melancarkan aksi.

Selain risiko nyawa dan anggota tubuh, survei itu juga menemukan bagaimana berhubungan seks bisa meninggalkan jejak kerusakan di sekitar rumah, dengan kerangka tempat tidur, gelas anggur, dan bingkai foto merupakan barang yang paling berisiko rusak. Sejumlah orang yang lebih energik mengakui, mereka secara tak sengaja bahkan menjebol dinding atau memecahkan laci atau pintu.

Hampir empat dari 10 orang mengaku memiliki sesuatu yang rusak di sekitar rumah akibat aksi tak terkendali saat berhubungan seks yang jika dihitung nilai kerusakannya bisa mencapai 154 poundsterling (sekitar Rp 2 juta).

Seorang juru bicara http://www.phonepiggybank.com, perusahaan daur ulang ponsel, yang melakukan jajak pendapat itu mengatakan, “Seks merupakan urusan yang berisiko sekarang ini.”

Ia melanjutkan, “Ada banyak bahaya di dalam dan sekitar rumah yang dapat menimbulkan cedera parah jika orang tidak berhati-hati. Kami terheran-heran saat mengetahui bahwa kamar tidur dapat menjadi lokasi berbahaya bagi orang-orang tertentu.”

“Saran kami ialah singkirkan setiap benda berbahaya sebelum Anda berencana untuk mulai bercinta dan berhati-hati ketika lagi beraksi.”

Video Gigolo Pantai Kuta Bali dari Youtube Heboh


Bagi yang penasaran ingin lihat film dokumenter yang menghebohkan di pantaii Kuta Bali.
cari di youtube aja ya.
Di sini ada beritanya aja yang saya kutip dari http://www.kompas.com

KUTA, KOMPAS.com — Desa adat Kuta yang juga pengelola kawasan wisata Pantai Kuta mengaku teledor sehingga film dokumenter bertajuk Cowboys in Paradise garapan Amit Virmani yang justru menggambarkan sisi negatif Bali muncul di dunia internasional. Pihak Desa Adat Kuta selama ini dengan mudah memberi izin pembuatan film yang mengambil lokasi di Pantai Kuta.

“Kami tidak boleh berlaku tidak adil. Jika mohon rekomendasi, saya kasih,” ujar Bendesa Adat atau Kepala Desa Adat Kuta, Gusti Ketut Sudira, saat memberi keterangan kepada wartawan di kantor Satgas Pantai Kuta. “Saya lupa apakah Amit Virmani (sutradara Cowboys in Paradise) pernah minta izin ke desa karena banyak sekali yang meminta izin buat film di sini,” tambah Ketut Sudira.

“Dengan adanya kasus ini, kami akan lebih teliti lagi sebelum memberi izin. Kami akan minta detail film tersebut,” kata Sudira. Namun, Sudira mengaku kesulitan jika memang film tersebut dibuat secara candid dan para pemeran atau narasumber di dalamnya tidak tahu isi film tersebut.

Untuk mengantisipasi kejadian ini terulang kembali, pihak Desa Adat Kuta akan memberi pengarahan kepada semua pedagang dan warga yang sehari-harinya berada di Kuta untuk lebih berhati-hati jika ada orang yang mengaku-aku membuat film dan ingin mengambil gambar mereka.

sumber:http://regional.kompas.com/read/2010/04/27/16243873/Pengelola.Kuta.Akui.Teledor.

Keperawanan Dilelang Online, dan Laku Seharga ….300 Juta

Wah mahal banget keperawanan dilelang dengan harga 300 juta, sudah haram mahal pula, mending nikah yang halal paling modal jual motor bisa dapat perawan ayu dari kampung hehehehe 🙂

WELLINGTON, KOMPAS.com — Seorang mahasiswi di Selandia Baru melelang keperawanannya di internet demi membiayai kuliahnya. Lelang tersebut berhasil menyedot 1.200 penawar dan dimenangkan lelaki hidung belang dengan harga tertinggi 45.000 dollar Selandia Baru atau sekitar Rp 300 juta.

“Saya telah menerima penawaran tertinggi 45.000 dollar Selandia Baru yang jauh di atas perkiraan sebelumnya,” ujar gadis tersebut di halaman web lelang umum ineed.co.nz, seperti dilansir AFP. Tak lupa, ia berterima kasih kepada pengunjung lelangnya yang disebut lebih dari 30.000 orang, dan kepada 1.200 orang yang sempat menawar.

Layakkah Rp 300 juta untuk sebuah keperawanan? Mahasiswi tersebut dalam tawarannya mengaku sebagai seorang gadis berusia 19 tahun dan tidak pernah melakukan hubungan seks dengan siapa pun. Ia memakai nama samaran Unigirl dan mendeskripsikan sebagai gadis yang sehat, bugar, dan atraktif.

Lelang keperawanan itu dipastikan kebenarannya setelah surat kabar Waikato Times melansir pernyataan Ross MacKenzie, pemilik situs lelang tersebut. Berita ini kontan mendapat reaksi keras meski menjual diri bagi seorang wanita di negara yang terbilang sangat liberal itu adalah legal secara hukum. MacKenzie pun membela diri bahwa dia tidak bisa menolak lelang tersebut karena situsnya secara umum hanya menampilkan iklan.

Bruce Pilbrow dari Parents Inc menyatakan kegusarannya karena seorang gadis sampai merelakan keperawanannya demi uang sekolah. Namun, Seksolog Blair Bishop beranggapan bahwa itu bentuk kreativitas baru kaum pekerja seks. Kepedulian tersebut juga dinyatakan Catherine Healy dari New Zealand Prostitutes Collective sehingga menyarankan sang gadis untuk menghubungi organisasinya untuk memperoleh informasi yang gamblang soal lika-liku pekerja seks.

Sumber: http://tekno.kompas.com/read/xml/2010/02/03/16441363/Keperawanan.Dilelang.Online..Laku.Rp.300.Juta

Awan Tag