Belajar Bisnis di Dunia Maya

Posts tagged ‘zina’

Pasangan Zina Berendam Setengah Bugil

Makanya jangan suka berzina di dunia saja sudah dipermalukan apalagi nandti hukumannya di akherat…wuihhh sereeeemmm…..

NAD-Panasnya hubungan asmara Amir Mukhtar (26) warga Cot Keutapang, Bireuen dan kekasihnya Ernawati (22) Warga GP Utue, Pidie, berakhir setelah ratusan warga memergoki aksi mesum mereka. Lalu, dengan setengah bugil, keduanya direndam dalam bak mandi.

Keduanya berbuat mesum di kampung orang di Gampong Crung Padang Tiji. Setelah tertangkap basah dan dipermalukan, keduanya baru diserahkan kepada Mapolsek Padang Tiji, Minggu (24/1) sekira Pukul 17.00 Wib.

Menurut keterangan warga, pelaku ‘khalwat’ tersebut sering berkunjung ke rumah M. Isa. Meski sering diperingatkan namun mereka tak mengindahkan larangan. Hingga puncaknya Minggu sore, sejumlah warga melakukan pengintaian. Ketika keduanya berada dalam kamar bercumbur ria, warga langsung menggerebek. Dengan kondisi setengah bugil, Amin dan Erna diboyong ke luar rumah.

Salah seorang Petugas Wilayatul Hisbah (WH) atau Polisi Syariat Islam, Tgk Fakhruddin membenarkan bahwa warga setempat telah menangkap sepasang remaja bercumbu dalam kamar. Massa merasa geram kampungnya telah dikotori, merendam pelaku zina tersebut ke dalam bak berukuran 1 x 2 meter.

Dalam pengakuannya, Erna mengatakan sebagai siswi SMA di Grong-Grong. Sedang Amir Mukhtar bin Abdsul Salam adalah pacarnya dan sudah berkenalan sejak setahun lalu, menjalani profesi mengasah mata cincin di Simpang Reube, Grong-Grong.

Hingga kini kasus tersebut masih dalam penyelidikan aparat WH dengan memanggil kedua orang tua pelaku. (ISFANDIAR/RA)

Iklan

WOW GAWAT KONDOM BISA MENULARKAN HIV AIDS

JAYAPURA, Kompas.com – Penggunaan kondom seharusnya hanya ditujukan untuk hubungan seksual pada pasangan yang telah menikah. Ini bukan semata-mata untuk melakukan seks aman di kalangan para pelaku seks bebas.

Hal tersebut disampaikan pemerhati sosial dan masyarakat, Lathifah Husna di Jayapura, Minggu (29/11), menyinggung program kondomisasi yang dianggap sebagai salah satu pencegah penularan HIV-AIDS.

“Kampanye kondom tidak menyebutkan dengan tegas bahwa hubungan seksual mutlak hanya boleh dilakukan dalam ikatan pernikahan. Justru yang ditonjolkan adalah anjuran memakai kondom untuk seks yang aman,” ujarnya.

Dengan demikian, lanjut dia, kampanye kondom bertujuan untuk membentuk pandangan dan mengubah perasaan masyarakat menjadi permisif dan toleran terhadap perbuatan maksiat. Pasalnya, masyarakat akan semakin berani melakukan perzinahan.

“Kondomisasi jelas tidak terbukti mampu mencegah penyebaran HIV/AIDS di saat budaya seks bebas semakin tumbuh subur,” kata Lathifah.

Selain itu, lanjutnya, tingkat ketaqwaan masyarakat terhadap ajaran agama yang mengharamkan kebebasan seks, kultur yang kian
individualistis, kontrol masyarakat yang semakin lemah, kemiskinan yang kian menghimpit dan maraknya industri prostitusi semakin membuka celah penyebaran HIV/AIDS.

“Kehadiran kondom justru membuat sebagian masyarakat semakin berani melakukan perzinahan, apalagi dengan adanya rasa aman semu yang ditanamkan dengan penggunaan kondom ini,” tegasnya.

Selanjutnya dia menjelaskan, rasa aman semua ini disebabkan karena selain seks bebas bertentangan dengan ajaran agama dan norma kesusilaan, ternyata kondom terbukti tidak mampu mencegah transmisi HIV.

Hal ini karena kondom terbuat dari bahan dasar karet atau lateks, yakni senyawa hidrokarbon dengan polimerisasi yang berarti mempunyai serat dan berpori-pori. Dengan menggunakan mikroskop elektron, terlihat tiap pori berukuran 70 mikron, yaitu 700 kali lebih besar dari ukuran HIV, yang hanya berdiameter 0,1 mikron.

Selain itu para pemakai kondom semakin mudah terinfeksi atau menularkan karena selama proses pembuatan kondom terbentuk
lubang-lubang. Terlebih lagi kondom sensitif terhadap suhu panas dan dingin, sehingga 36-38 persen sebenarnya tidak dapat digunakan.

Kondomisasi atau 100 persen kondom sebagai salah satu butir dari strategi nasional telah ditetapkan sejak 1994 hingga sekarang.

8 Alasan Kenapa Pasangan Selingkuh

selingkuhBerdasarkan data, ternyata 26-30 persen kasus perselingkuhan disebabkan kehidupan seksual yang tidak memuaskan.

Demikian diungkap ginekolog dan konsultan seks Boyke Dian Nugraha pada seminar bertema “Love, Sex and Harmony” di Jakarta, Kamis (19/3).

Kehidupan seksual yang tidak memuaskan bisa ditandai dengan pernyataan, “Aduh dok, istri saya itu solo. Datang-datang langsung buka baju, kayak kambing guling aja,” kata Boyke.

Kata Boyke, perlu bagi pasangan untuk tahu teknik-teknik berhubungan seks sehingga tidak langsung ‘tancap gas’.

Bila hal ini menjadi kebiasaan, akan menjadi bumerang bagi pasangan sendiri. Perselingkuhan pun bisa jadi solusi untuk itu. Sekurangnya ada 8 alasan kenapa pasangan Anda selingkuh:

1. Pelarian emosional dari pasangannya.

2. Rasa ingin tahu tentang seperti apa seks dengan orang lain yang bukan pasangannya. Semuanya itu bermula dari rasa penasaran akan apa yang ada di balik itu (maksudnya di balik celana dalam pria). “Bagaimana sih rasanya bercinta dengan pria kulit hitam karena suaminya berkulit putih,” Boyke mencontohkan.

3. Kemarahan atau permusuhan yang terpendam dengan pasangannya.

4. Keinginan untuk merasakan lebih banyak seks atau jenis seks yang berbeda dari yang didapat dari pasangannya.

5. Dorongan ego.

6. Ketidakmampuan membentuk komitmen yang dalam.

7. Menghindar dari masalah perkawinan atau pribadi.

8. Untuk menghilangkan rasa sakit akibat kehilangan, sebagai contohnya, kematian orang yang dicintai atau anak yang pergi sekolah ke tempat lain.

Ketika pasangan menyadari adanya persoalan di atas, sebaiknya menyadari secepatnya. Lalu apakah berani pasangan membuka diri dan menjalin komunikasi yang sehat untuk mengemukakan persoalan secara terbuka. Jika tidak, maka pintu gerbang perselingkuhan, yang adalah hubungan seksual di luar pernikahan resmi, akan terbuka lebar.

Sumber: http://www.kompas.com

Awan Tag